Kenaikan Yesus Kristus Menjadi Pengingat Tugas Pelayanan dan Kasih

Homili Romo Maharsono ajak umat menjawab krisis keadaan bangsa.

Jakarta, TIRILOLOKNEWS.COM || NASIONAL – Kenaikan Tuhan Yesus Kristus merupakan peristiwa penting dalam iman Katolik.

Empat puluh hari setelah kebangkitan pada Hari Paskah, Yesus Kristus terangkat ke surga di hadapan para murid di Bukit Zaitun. Peristiwa ini menandai berakhirnya pelayanan Yesus di dunia sekaligus peneguhan janji keselamatan serta kedatangan Roh Kudus.

Pada Kamis, (14/5/2026), Romo Maharsono, SJ memimpin Misa Kenaikan Tuhan Yesus di Gereja Katedral Jakarta yang dihadiri sekitar 2.300 umat Katolik.

Dalam homilinya, Romo Maharsono menyampaikan bahwa Tuhan Yesus tetap melanjutkan perutusan dari Allah Bapa meski telah kembali ke surga, yakni mempersiapkan tempat bagi umat manusia yang telah ditebus.

Ia mengutip Injil Yohanes 14: “Janganlah gelisah hatimu. Percayalah kepada Allah dan percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.”

Menurutnya, kutipan tersebut menggambarkan kasih dan pengharapan bahwa tempat bagi umat manusia telah disediakan di surga, serta janji kedatangan Kristus kembali untuk menjemput para pengikut-Nya.

Selain itu, Tuhan Yesus juga menjanjikan penyertaan hingga akhir zaman melalui kehadiran Roh Kudus yang menjadi kekuatan bagi para murid dalam menjalankan perutusan.

Peristiwa Kenaikan dimaknai sebagai awal tugas perutusan para murid untuk mewartakan ajaran Yesus kepada seluruh bangsa.

Romo Maharsono menegaskan, tugas tersebut tidak mudah, namun penting untuk dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di Indonesia saat ini.

Ia juga menyatakan berbagai persoalan kebangsaan, khususnya krisis kemanusiaan dan keadaban, yang dinilai sebagai tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama.

Perayaan Kenaikan Tuhan ini diharapkan menjadi pengingat bagi umat untuk terus menebarkan kasih, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan nilai kemanusiaan dan keadaban dalam kehidupan sehari-hari.