Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVI (16) Provinsi NTT mengadakan acara talkshow Gelar Wicara Pangan Lokal dengan tema “Daulat Pangan, Merdeka Budaya” pada Jumat, (30/8/2024), di Kampung Helong, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Acara ini menghadirkan Dicky Senda dari Komunitas Lakoat Kujawas sebagai narasumber dan didampingi oleh Christian Gegung selaku moderator.
Lakoat Kujawas adalah komunitas kewirausahaan sosial yang dikelola oleh pemuda adat setempat. Komunitas ini fokus pada pengarsipan pangan lokal, kekayaan alam, dan seni budaya sebagai identitas masyarakat Mollo.
Dalam dialog interaktif, Dicky Senda menjelaskan bahwa sejak tahun 2016, sekelompok pemuda yang memutuskan untuk pulang kampung mulai mencatat dan mengarsip pengetahuan lokal karena mereka merasa kesulitan mengakses informasi tersebut. Mereka mengumpulkan cerita dan narasi terkait sejarah, budaya, dan pengetahuan lokal secara mandiri.
Dicky Senda juga menambahkan alasan mereka melakukannya adalah karena wilayah daratan tinggi dengan berbagai jenis tumbuhan mempengaruhi adaptasi masyarakat Mollo terhadap lingkungan dan pengetahuan pangan. Hal ini juga menginspirasi mereka untuk fokus pada aspek selain makanan, seperti budaya, sastra, dan etika, yang berhubungan dengan makanan.
Nama Komunitas Lakoat Kujawas diambil dari dua jenis buah, yaitu loquat (Eriobotrya japonica) dan jambu biji (kujawas).














