Tinjau SMA Katolik Syuradikara, Gubernur Melki Tegaskan Perhatian Pemerintah Merata bagi Sekolah Negeri maupun Swast

Gubernur NTT melihat langsung kondisi sekolah pascagempa yang melanda wilayah Flores.

Ende, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau SMA Katolik Syuradikara Ende, Rabu (9/9/2026). Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memberikan perhatian dan dukungan secara merata kepada seluruh satuan pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta.

Setibanya di SMA Katolik Syuradikara, Gubernur Melki Laka Lena disambut Kepala Sekolah SMA Katolik Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu, SVD, bersama para guru dan siswa. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTT melihat langsung kondisi sekolah pascagempa yang melanda wilayah Flores. Aktivitas pembelajaran di SMA Katolik Syuradikara telah mulai kembali dilaksanakan. Namun, proses belajar mengajar masih dilakukan secara bertahap karena sebagian fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

Kondisi hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga menyebabkan penggunaan ruang kelas harus diatur secara bergantian. Sejumlah kegiatan belajar masih memanfaatkan tenda, sementara para siswa yang tinggal di asrama juga masih harus beristirahat dan tidur di tenda.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan bantuan satu unit tenda berukuran 6 x 12 meter untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sekolah darurat. Bantuan tersebut disalurkan oleh Human Initiative, lembaga kemanusiaan internasional, melalui dukungan CSR PT Freeport Indonesia.

Selain tenda, para siswa juga menerima bantuan tas serta berbagai kebutuhan alat tulis dan perlengkapan sekolah.

Berdasarkan hasil peninjauan, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

Ruang kurikulum mengalami retakan, demikian pula kapela. Selain itu, beberapa bagian plafon dan atap mengalami kerusakan serta kebocoran. Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Melki Laka Lena langsung meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT untuk segera turun ke lokasi dan melakukan asesmen terhadap seluruh bangunan dan fasilitas yang terdampak.

Pemimpin Datang untuk Menguatkan

Kepala SMA Katolik Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu, SVD, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur NTT bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTT di tengah situasi yang sedang dihadapi keluarga besar Syuradikara. Menurutnya, kehadiran pemimpin di tengah warga sekolah menjadi sebuah penguatan dan memberikan semangat bagi seluruh keluarga besar SMA Katolik Syuradikara untuk terus bangkit.

“Kehadiran pemimpin datang kepada kami untuk menguatkan kami, keluarga besar Syuradikara, agar terus melangkah dan bangkit,” ungkap Bruder Kristianus.

Ia menjelaskan, selain kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah, terdapat sekitar 40 siswa SMA Katolik Syuradikara yang rumah keluarganya mengalami kerusakan berat akibat gempa. Kerusakan fasilitas sekolah antara lain terjadi pada kapela, asrama, ruang kelas serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Meski berada dalam situasi sulit, proses pendidikan tetap terus berjalan. Para siswa, khususnya kelas XII, tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pekan tengah semester juga tetap dilaksanakan, sementara penguatan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) terus difokuskan bagi para siswa kelas XII.

Menurut Bruder Kristianus, keluarga besar Syuradikara tetap berupaya menjaga semangat dan membuka peluang bagi para siswa untuk terus berkembang. Di tengah situasi pascagempa, sejumlah kegiatan dan peluang studi lanjut tetap menjadi perhatian sekolah, termasuk kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Kami berharap perhatian dan dukungan pemerintah terus diberikan kepada kami,” katanya.

SMA Katolik Syuradikara sendiri telah mengabdi bagi dunia pendidikan selama 73 tahun dan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang telah melahirkan banyak lulusan serta tokoh yang berkiprah di berbagai bidang.

Pemerintah Siap Berikan Dukungan

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan pihak sekolah, Gubernur Melki Laka Lena memastikan pemerintah akan memberikan perhatian terhadap pemulihan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan.

“Terkait kerusakan yang ada, nanti dibuat daftar secara lengkap. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk perbaikan,” tegas Gubernur.

Terkait sekitar 40 siswa yang rumah keluarganya mengalami kerusakan berat, Gubernur juga memastikan pemerintah akan memberikan perhatian dan dukungan.

Menurut Gubernur NTT, bantuan pendidikan dan pembiayaan sekolah bagi para siswa terdampak akan diupayakan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten.

Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa SMA Katolik Syuradikara merupakan salah satu sekolah yang memiliki posisi penting dalam perjalanan pendidikan di Flores bahkan Nusa Tenggara Timur.

“Syuradikara adalah salah satu barometer pendidikan di Flores, bahkan di NTT. Karena itu, Syuradikara dituntut untuk semakin hebat lagi,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur NTT, SMA Katolik Syuradikara telah melahirkan banyak tokoh dan pemimpin yang kini berkiprah dalam berbagai bidang.

“Saya melihat dari tempat ini sudah lahir banyak tokoh dan pemimpin. Karena itu, baik guru, kepala sekolah maupun para siswa harus masuk dengan mindset bahwa kita ini memiliki standar yang tinggi,” katanya.

Gubernur juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk tetap bangkit dan mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh. Sekolah, kata Gubernur, harus kembali diaktifkan secara bertahap dan seluruh warga sekolah perlu menjadikan situasi sulit sebagai kekuatan untuk berpikir lebih besar dan bekerja lebih keras.

“Kita harus menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan harus berpikir lebih besar dan lebih hebat,” pesan Gubernur.

Dalam memberikan motivasi, Gubernur juga mengingatkan para siswa tentang Kabupaten Ende sebagai tempat perenungan Bung Karno yang melahirkan gagasan besar tentang Pancasila dan Indonesia.

Menurutnya, semangat perjuangan dan gagasan besar yang lahir dari Ende harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar, berjuang dan memberikan yang terbaik bagi daerah serta bangsa.

Tambahan Guru ASN dan Akses Studi Lanjut

Dalam dialog bersama Gubernur, pihak sekolah juga menyampaikan kebutuhan tambahan tenaga guru untuk mendukung proses pendidikan di SMA Katolik Syuradikara.

Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah permohonan agar tenaga guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat membantu yayasan dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.

Menanggapi permohonan tersebut, Gubernur meminta agar proses administrasi segera dilakukan dan kebutuhan tenaga guru tersebut segera ditindaklanjuti.

“Segera diproses. Paling lambat satu minggu,” tegas Gubernur.

Dalam sesi dialog, salah seorang siswa bernama Medin juga menyampaikan pertanyaan mengenai peluang dan kemudahan akses bagi pelajar NTT yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Menjawab pertanyaan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT memiliki tim yang bekerja untuk membantu generasi muda NTT mempersiapkan diri memasuki sekolah kedinasan, perguruan tinggi ternama di Indonesia maupun kampus di luar negeri.

“Kami punya tim yang bekerja membantu orang untuk sekolah kedinasan, masuk kampus ternama dan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Nanti akan dibantu juga oleh para ASN kita yang merupakan lulusan luar negeri,” jelas Gubernur.

Kunjungan Gubernur Melki Laka Lena ke SMA Katolik Syuradikara menegaskan bahwa pemerintah hadir bagi seluruh anak-anak NTT tanpa membedakan status sekolah. Baik sekolah negeri maupun sekolah swasta, semuanya memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia NTT.

Di tengah situasi pascagempa, Pemerintah Provinsi NTT memastikan perhatian terhadap pemulihan pendidikan dan masa depan para siswa tetap menjadi bagian penting dari upaya penanganan dampak bencana.

Gubernur berharap keluarga besar SMA Katolik Syuradikara terus menjaga semangat untuk bangkit, kembali memperkuat proses pendidikan dan mempertahankan tradisi keunggulan yang telah dibangun selama 73 tahun.

“Syuradikara harus terus bangkit, semakin hebat dan terus melahirkan generasi terbaik untuk Flores, NTT dan Indonesia,” pungkas Gubernur.