Tujuh Tahun SLBN Kota Raja Kupang, Siswa Tampilkan Kreativitas dan Potensi

Pendidikan inklusif melalui pentas seni siswa.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Raja Kupang menggelar Pentas Seni dan Karya Siswa 2026 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 sekolah, Jumat, (2/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman SLBN Kota Raja Kupang tersebut mengusung tema “Menembus Batas, Mewarnai Dunia”, dengan subtema “Setara dalam Karya, Istimewa dalam Karunia.”

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt. Venty L. Nalle-Sutrisno, S.Th. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dari siswa serta hiburan musik.

Suasana semakin meriah ketika grup musik Muka Timur tampil membawakan lagu “Orang NTT” yang dinyanyikan Ara, Hasta Hanso, dan Victorias. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa, guru, orang tua, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kepala SLBN Kota Raja Kupang, Ediardus Wahon, A.Md., S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan sekolah dan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Ia mengatakan, perjalanan SLBN Kota Raja Kupang sejak berdiri pada 2019 telah menunjukkan sejumlah perkembangan. Salah satunya adalah keberhasilan sekolah memperoleh akreditasi B pada 2021.

Menurut Edi, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah serta dukungan dari berbagai pihak.

Ia juga menyebut SLBN Kota Raja Kupang telah mendapat kepercayaan dalam sejumlah program pendidikan yang berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus.

“Anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah ciptaan Tuhan yang gagal. Tuhan tidak pernah gagal,” demikian pesan yang disampaikan Edi dalam sambutannya.

Ia menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, masih terdapat pandangan yang menganggap anak berkebutuhan khusus memiliki keterbatasan dalam mengembangkan potensi dan masa depannya.

Karena itu, ia mengajak pemerintah, orang tua, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun pendidikan yang inklusif serta memberikan ruang dan kesempatan yang lebih luas bagi anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan berkembang.

Edi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan pihak-pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap SLBN Kota Raja Kupang, termasuk dukungan terhadap penyediaan fasilitas pendidikan.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh hak pendidikan yang layak dan kesempatan untuk mengembangkan potensi sesuai kemampuan masing-masing.

Ketua Komite SLBN Kota Raja Kupang, Gotlim Beis, S.Sos., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberadaan sekolah selama tujuh tahun.

Menurutnya, perjalanan tujuh tahun SLBN Kota Raja Kupang tidak terlepas dari dukungan pemerintah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan berbagai pihak lainnya.

Gotlim mengatakan, masih terdapat sejumlah keterbatasan yang dihadapi sekolah, termasuk kebutuhan terhadap tenaga pendidik yang profesional dan memiliki latar belakang pendidikan luar biasa.

Karena itu, ia berharap Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat terus memberikan dukungan bagi pengembangan sumber daya manusia di SLBN Kota Raja Kupang.

Ia juga mengajak para orang tua dan wali siswa untuk terus berpartisipasi dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.

“Sekolah ini bukan rumah titipan. Di sinilah anak-anak kita bersekolah dan menimba ilmu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-7 SLBN Kota Raja Kupang, Esaf Efraim Lau, S.Pd., Gr., menjelaskan, kegiatan pentas seni dan perayaan HUT ke-7 tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan potensi yang dimiliki.

Ia mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat kebersamaan dan kekeluargaan di antara seluruh warga sekolah.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA itu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Berdasarkan laporan panitia, sumber dana kegiatan antara lain berasal dari dana BOS SLBN Kota Raja Kupang sebesar Rp10 juta, sumbangan guru dan tenaga kependidikan sebesar Rp5 juta, serta partisipasi orang tua siswa.

Selain dukungan dana, kegiatan juga mendapat bantuan fasilitas berupa tenda dan kursi dari sejumlah pihak.

Pentas seni tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-7 SLBN Kota Raja Kupang sekaligus ruang bagi para siswa untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.

Melalui tema “Menembus Batas, Mewarnai Dunia”, SLBN Kota Raja Kupang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat mengembangkan potensi, berkarya, dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.