Hari Hidup Bakti Sedunia: Panggilan untuk Setia dalam Kasih dan Pengorbanan

Hari Hidup Bakti Sedunia ke-29.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Keuskupan Agung Kupang (KAK) merayakan Hari Hidup Bakti Sedunia ke-29 pada Senin, (2/2/2026), bertempat di Aula Claretian, Matani, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni dan dihadiri para biarawan-biarawati dari berbagai tarekat yang berkarya di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

Hari Hidup Bakti Sedunia diperingati setiap 2 Februari oleh Gereja Katolik sebagai bentuk penghormatan dan syukur atas panggilan kaum religius yang mempersembahkan iman mereka sepenuhnya bagi Allah dan pelayanan kepada sesama.

Dalam homilinya, Mgr. Hironimus Pakaenoni menyampaikan rasa syukur dan penghormatannya kepada seluruh kaum religius.

Uskup Agung Kupang menyatakan bahwa perayaan tersebut menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali makna panggilan hidup bakti di tengah Gereja dan dunia.

“Hari ini kita menghormati hidup bakti, sebuah panggilan yang mempersembahkan diri secara total kepada Allah dan kepada Gereja,” ujar Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Uskup Agung Kupang menjelaskan bahwa Hari Hidup Bakti Sedunia berkaitan erat dengan Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah, yang menampilkan teladan Bunda Maria sebagai sosok ketaatan, kerendahan hati, dan kesetiaan dalam rencana keselamatan Allah.

“Maria bukan pribadi yang pasif, melainkan pribadi yang aktif bekerja sama dalam karya keselamatan. Ia mempersembahkan Yesus dengan penuh iman, meski menyadari jalan salib yang akan dihadapi Putranya,” jelasnya.

Menurut Mgr. Hironimus Pakaenoni, teladan Bunda Maria menjadi inspirasi bagi kaum religius untuk terus setia dalam panggilan, termasuk saat menghadapi tantangan dan penderitaan.

“Kesetiaan dalam hidup bakti tidak selalu diukur dari keberhasilan karya, tetapi dari keteguhan iman dan kesetiaan untuk tetap berdiri bersama mereka yang menderita,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh umat, khususnya kaum religius, untuk menjadikan hidup sebagai persembahan yang terus diperbarui setiap hari.

“Kita semua dipanggil untuk mempersembahkan diri sebagai persembahan hidup yang berkenan kepada Allah, dengan kasih yang tulus dan kesetiaan yang utuh,” tambahnya.

Perayaan Hari Hidup Bakti Sedunia ini menjadi pengingat bahwa iman bukan sekadar karya pelayanan, melainkan panggilan untuk menghadirkan Tuhan Yesus Kristus bagi dunia melalui kesederhanaan, pengorbanan, dan cinta kasih.

Sebagaimana dilansir dari Hidupkatolik.com, Hari Hidup Bakti Sedunia ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 6 Januari 1997 dan pertama kali dirayakan pada 2 Februari 1997.