Kunjungi Komunitas Lakoat Kujawas, Gubernur Melki Dorong Penguatan Kewirausahaan Sosial Berbasis Budaya Lokal

Kedatangan Gubernur NTT bersama rombongan disambut hangat oleh warga Komunitas Lakoat Kujawas melalui sapaan adat oleh tetua adat setempat.

SoE, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengunjungi Komunitas Lakoat Kujawas di Desa Taiftob, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (5/1/2026).

Komunitas Lakoat Kujawas yang didirikan oleh Dicky Senda pada 10 Juni 2016 ini aktif mengembangkan berbagai inisiatif berbasis budaya, pangan lokal, serta pengarsipan pengetahuan lokal.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT untuk melihat secara langsung praktik pengembangan kewirausahaan sosial berbasis budaya dan potensi lokal yang tumbuh dari masyarakat.

Kedatangan Gubernur Melki bersama rombongan disambut hangat oleh warga Komunitas Lakoat Kujawas melalui sapaan adat oleh tetua adat setempat. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau sejumlah fasilitas utama komunitas, antara lain rumah residensi, food lab, dan perpustakaan yang selama ini menjadi pusat kegiatan komunitas.

“Saya senang sekali hari ini bisa sampai di Lakoat Kujawas. Saya menyaksikan dan mendengarkan langsung bagaimana selama hampir 10 tahun komunitas ini berjalan dengan baik dalam mengembangkan kewirausahaan sosial berbasis budaya dan potensi lokal, khususnya pangan. Ini menjadi kekuatan Molo Utara dan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat NTT,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT membuka peluang kerja sama dengan Komunitas Lakoat Kujawas agar praktik baik yang telah dilakukan selama ini dapat direplikasi di daerah lain.

“Nanti pemerintah provinsi akan bekerja sama dan juga belajar di sini. Inspirasi dari Lakoat Kujawas ini bisa kita adaptasikan di tempat lain, berbasis potensi lokal masing-masing daerah, sehingga bisa tumbuh Lakoat Kujawas lain di berbagai wilayah di NTT. Penguatan potensi lokal ini penting agar masyarakat bisa hidup berdaya tanpa harus silau pada modernitas yang tidak selalu cocok dengan konteks kita,” tegasnya.

Pendiri Komunitas Lakoat Kujawas, Dicky Senda, menjelaskan bahwa komunitas ini fokus pada pengarsipan pengetahuan lokal sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan kearifan lokal.

Menurut Dicky, anak-anak yang tergabung dalam komunitas dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan kreatif, seperti memotret mata air, mendokumentasikan kerusakan lingkungan, menulis puisi, hingga membuat film dokumenter. Selain itu, Komunitas Lakoat Kujawas juga kerap menerima kunjungan pegiat komunitas dan peneliti, baik dari dalam maupun luar negeri, yang datang untuk belajar secara langsung.

Salah seorang anggota komunitas, Colin, siswa kelas VIII, mengaku senang menjadi bagian dari Komunitas Lakoat Kujawas. Ia dan teman-temannya mendapatkan banyak pengalaman positif, mulai dari mempelajari pengetahuan lokal hingga mengikuti kelas menulis dan berbagai kelas kreatif lainnya.

Hal senada disampaikan Felisia, anggota komunitas lainnya. Ia menuturkan bahwa meskipun tinggal di kampung, dirinya dan teman-temannya memiliki kesempatan belajar yang luas. Bahkan, beberapa di antaranya pernah terlibat dalam pameran arsip nasional di Jakarta, yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena juga membeli sejumlah buku karya anak-anak Komunitas Lakoat Kujawas sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan literasi generasi muda.

Usai mengunjungi Komunitas Lakoat Kujawas, Gubernur Melki melanjutkan agenda dengan meninjau pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di Kelurahan Karang Sirih, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan sekolah unggulan yang merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto agar dapat diselesaikan sesuai target.

Gubernur Melki menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Unggulan Garuda sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di NTT. Pembangunan sekolah tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 240 hari, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.