NTT Tertinggi Partisipasi Vaksin HPV, Kesadaran Cegah Kanker Serviks Meningkat

Pemberian vaksin bertujuan untuk menekan risiko kanker serviks yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Selasa, (3/2/2026), Vaksin Human Papillomavirus (HPV) kini resmi menjadi bagian dari program pemerintah sebagai langkah pencegahan kanker serviks.

Saat ini, vaksin HPV masih diprioritaskan bagi anak-anak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sehingga cakupannya belum menjangkau seluruh kelompok usia yang membutuhkan.

Padahal, vaksin HPV juga sangat penting diberikan kepada perempuan yang telah mengalami menstruasi hingga wanita dewasa.

Pemberian vaksin sejak dini bertujuan untuk menekan risiko kanker serviks yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi HPV terbilang tinggi.

Bahkan, NTT menjadi salah satu provinsi dengan tingkat partisipasi vaksinasi HPV tertinggi dibandingkan daerah lain. Dalam beberapa hari sejak pendaftaran dibuka, tercatat sekitar 370 peserta telah mendaftarkan diri.
Program vaksinasi ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Vaksin HPV diberikan dalam tiga dosis, yakni dosis pertama sebagai suntikan awal, dosis kedua dua hingga tiga bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga enam bulan setelah dosis kedua.

Dari sisi biaya, vaksin HPV dalam program ini dinilai sangat terjangkau. Melalui kerja sama dengan BPOM dan Indonesia Kesehatan, masyarakat dapat memperoleh vaksin HPV dengan biaya sekitar Rp290 ribu per dosis. Biaya tersebut sudah termasuk jasa dokter, suntikan, serta pelayanan medis lainnya. Sebagai perbandingan, harga vaksin HPV di pasaran umumnya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per dosis.

Mitra KORPRI Pusat, Fransiskus Famidus, menilai program ini sangat membantu masyarakat, khususnya perempuan.

“Program vaksinasi HPV ini merupakan bentuk komitmen nyata kami dalam mendukung kesehatan perempuan dan mencegah kanker serviks sejak dini, terutama di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi HPV.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran akan pencegahan kanker serviks semakin meningkat,” kata Fransiskus.

Kegiatan vaksinasi ini merupakan bagian dari Program Sejuta Vaksinasi HPV yang digelar di RSUD S.K. Lerik, Kota Kupang. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Pelt, SH, dengan mengusung tagline “Perempuan Sehat – Perempuan Berdaya”.

Program ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT BPOM ke-25, KORPRI ke-54, dan DWP ke-26, dengan sasaran Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat umum.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara KORPRI dan BPOM Kupang sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan dan mencegah kanker serviks di NTT.