Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Acara Natal dan Tahun Baru Ikatan Keluarga Besar Ngalupolo (IKN) Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Pelangi, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua IKN Kota Kupang, Abdul Aziz Panggo, Ketua Panitia Natal Bersama IKN, Martin Sebastian Sare, S.Sos., M.M., Ketua IKKEF, Sipri Seda, para sesepuh IKN, tokoh agama, serta para ketua dan anggota kelompok arisan IKN.
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada IKN atas kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan Kota Kupang. Ia menegaskan bahwa Kota Kupang bangga memiliki berbagai komunitas dan diaspora yang hidup rukun, solid, serta saling menopang dalam keberagaman. “Kota Kupang ini indah karena kerukunannya. Di sini umat lintas agama bisa hadir, saling menghormati, dan berjalan bersama. Inilah wajah Kota Kupang yang kita banggakan,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun Kota Kupang untuk jangka panjang. Ia mengutip filosofi, “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama.” Menurutnya, Kota Kupang telah memilih untuk berjalan jauh ke depan, sehingga seluruh pihak harus saling menopang dan menguatkan. “Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ikatan Keluarga Besar Ngalupolo. Sumbangsih ide, gagasan, tenaga, dan pikiran dari keluarga besar IKN sangat berperan dalam membentuk Kota Kupang seperti hari ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan berbagai capaian Pemerintah Kota Kupang dalam delapan bulan kepemimpinannya. Kota Kupang berhasil masuk 10 Besar Indeks Kota Toleran di Indonesia, meraih penghargaan Kota Damai dan Inklusif yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, memperoleh penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik dari Bank Indonesia, serta penghargaan nasional sebagai Kota dengan Program Percepatan Pembangunan Terbaik.
Selain itu, berdasarkan hasil survei independen tingkat kepuasan publik yang dilakukan oleh FISIPOL Universitas Nusa Cendana (Undana), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen hanya dalam delapan bulan pertama masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang. “Capaian ini tentu tidak membuat kami berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Saya merasa pekerjaan ke depan masih sangat banyak dan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ungkapnya.
Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan semata karena kepemimpinan pemerintah, melainkan karena dukungan Tuhan Yang Maha Esa, doa masyarakat, serta sinergi seluruh elemen, termasuk komunitas dan diaspora yang ada di Kota Kupang. Ia juga mengajak IKN untuk terus berkolaborasi aktif dengan Pemerintah Kota Kupang melalui keterlibatan kader-kader terbaik dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, profesional, dan tenaga kesehatan, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat atau bottom-up.
Mengakhiri sambutannya, dr. Christian Widodo mengibaratkan IKN sebagai sebuah kapal yang tidak diciptakan hanya untuk bersandar indah di dermaga, melainkan untuk berlayar menghadapi ombak dan tantangan. Ia meyakini IKN telah menjadi “kapal” yang berani berlayar jauh dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Kota Kupang. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Kupang, saya mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru. Kiranya damai Natal terus menguatkan keluarga kita semua, karena dari keluargalah cinta, kepedulian, dan perdamaian itu bertumbuh,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Ngalupolo (IKN) Kota Kupang, Abdul Aziz Panggo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terbentuknya IKN berawal dari kebiasaan para orang tua yang sering berkumpul dan saling mengunjungi meski tinggal terpencar di berbagai wilayah Kota Kupang. Dari perjumpaan-perjumpaan sederhana tersebut tumbuh rasa kebersamaan yang kemudian berkembang menjadi sebuah ikatan keluarga yang solid hingga saat ini.
Menurut Abdul Aziz Panggo, perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi momentum penting untuk memperkuat kehadiran dan kepedulian dalam keluarga. Ia menegaskan bahwa keluarga bukan hanya soal ikatan darah, tetapi juga soal tanggung jawab sosial, termasuk mendukung pembangunan Kota Kupang, pembangunan di NTT, serta kontribusi terbaik bagi negara.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa inti dari sebuah ikatan keluarga adalah kerukunan. Tanpa kerukunan, sebuah keluarga akan kehilangan maknanya. Oleh karena itu, IKN terus berkomitmen membangun silaturahmi yang kuat di tengah perbedaan agama, keyakinan, dan latar belakang. “Perbedaan adalah keindahan, seperti warna-warni bunga yang saling melengkapi. Dengan kerukunan dan persaudaraan, IKN akan terus bertumbuh dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya seraya mengapresiasi kerja sama seluruh keluarga besar IKN yang telah memungkinkan kegiatan ini terselenggara dengan baik.














