Kefamenanu, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berencana menjalin kerja sama dengan investor asal Jepang untuk membangun transportasi kereta listrik.
Proyek kereta listrik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perjalanan dan mobilitas masyarakat.
Pada Rabu, (4/6/2025), dalam pertemuan di Aula Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP, MA, menyampaikan kepada wartawan bahwa pertemuan tersebut merupakan ajang Business to Business antara pemerintah daerah dan investor.
Pemerintah daerah mendapat kesempatan untuk membahas nota kesepahaman (MoU) mengenai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan di TTU.
Salah satu bidang yang dibahas adalah penyiapan tenaga kerja.
Pemerintah daerah sedang memetakan kebutuhan yang mungkin diminta oleh pihak Jepang, termasuk bidang-bidang spesifik yang dapat disesuaikan dengan pelatihan melalui berbagai lembaga Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah tersedia dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Fasilitas pelatihan tersebut diharapkan mendukung kesiapan sumber daya manusia, termasuk dalam hal penguasaan bahasa Jepang dan keterampilan teknis lainnya.
Selain sektor tenaga kerja, pemerintah juga tengah menjajaki potensi investasi di bidang pengolahan garam. Kabupaten TTU memiliki sumber daya yang dinilai mampu menarik minat investor.
Rencana jangka menengah lainnya mencakup pembangunan sistem kereta listrik di dalam kota.
Jalurnya dirancang menghubungkan Terminal Lama hingga Kilo Sembilan, yang melintasi kawasan kampus. Saat itu, terdapat empat kampus yang berlokasi di pusat kota, menjadikan jalur tersebut strategis untuk pengembangan transportasi trem.
Berdasarkan data Lintas Biinmaffo, jumlah penduduk Kabupaten TTU hingga semester pertama tahun 2024 mencapai 274.104 jiwa.














