Pada Sabtu, (15/6/2025), Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang mencatatkan dua rekor MURI dalam satu hari, bertepatan dengan Dies Natalis UNWIRA dan Hari Lahir Pancasila.
Kegiatan bertajuk “UNWIRA Merawat Nasionalisme Berasas Pancasila Melalui Nyanyi dan Tari” digelar di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT. Lebih dari 7.000 peserta tampil dalam paduan suara dan tari Ja’i massal.
Acara ini juga menjadi momen peluncuran buku filsafat Pancasila. Rektor Unwira, Pater Philipus Tule, SVD, bersama sivitas akademika dan para tokoh hadir dalam acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Sosial NTT, Drs. Kanisius H.M. Mau, M.Si., mewakili Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Dalam sambutannya, Kadis Sosial Prov. NTT mengapresiasi kolaborasi UNWIRA dan masyarakat dalam merawat nilai kebangsaan dan budaya lokal. Beliau menyatakan, seni seperti nyanyian dan tari adalah media kuat menanamkan nasionalisme, toleransi, dan semangat keberagaman.
Drs. Kanisius mengatakan, pentingnya ideologi dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, dan memperingatkan bahwa kemajuan tanpa Pancasila bisa membawa dampak negatif seperti perpecahan dan dehumanisasi.
UNWIRA disebut aktif membentuk generasi muda yang cinta budaya, toleran, dan berjiwa nasionalis. Masyarakat pun diajak bangga karena perumusan Pancasila pernah menjadi simbol penting di NTT, saat Bung Karno diasingkan ke Ende.
Rekor MURI secara resmi dicatat pada puncak acara, menandai keberhasilan besar Unwira dalam menyelenggarakan kegiatan seni dan kebangsaan secara kolosal.














