Wakil Wali Kota Kupang Terima Audiensi Mata Garuda NTT, Bahas Kolaborasi Program Pembangunan Daerah

Serena Francis menyambut baik kehadiran rombongan dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata para alumni LPDP di berbagai bidang.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi dari Perkumpulan Alumni LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda NTT, bertempat di ruang kerja Wakil Wali Kota, Selasa (22/7/2025). Rombongan Mata Garuda NTT dipimpin oleh Ketua Lodia Semaya Amnifu, didampingi oleh anggota Vena Doko, Ivana Sooai, Martha Sooai, Dimas Yudhistira Henuhili, dan Grace Famdale.

Audiensi ini menjadi forum silaturahmi sekaligus ruang diskusi untuk menjajaki potensi kerja sama antara Pemerintah Kota Kupang dan alumni LPDP dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya melalui program-program berbasis riset dan pengabdian masyarakat di Kota Kupang.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Mata Garuda NTT, Lodia Semaya Amnifu yang akrab disapa Maya, menyampaikan bahwa para alumni LPDP dari berbagai lintas disiplin ilmu memiliki semangat besar untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. “Kami ingin Kota Kupang juga dapat menjadi sasaran program-program kami secara spesifik, seperti yang kami lakukan di kabupaten lain. Untuk itu, kami berharap bisa menjalin kolaborasi dengan pemerintah kota agar kontribusi kami lebih terarah dan berdampak,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menyambut baik kehadiran rombongan dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata para alumni LPDP di berbagai bidang. “Kami sangat senang bisa berdiskusi dengan teman-teman Mata Garuda. Pemerintah Kota Kupang terbuka untuk menjalin kerja sama, baik dalam bentuk proyek fisik maupun non-fisik seperti penyusunan policy brief atau penelitian. Apalagi banyak isu strategis yang bisa kita garap bersama, seperti ekonomi kreatif, pengelolaan sampah, isu air bersih, dan pemberdayaan perempuan,” ungkap Wakil Wali Kota.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyinggung salah satu program prioritas Pemerintah Kota Kupang yang saat ini sedang dirancang, sebagai bentuk afirmasi terhadap perempuan. Program ini diharapkan menjadi pilot project pertama di Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan dasar perempuan dari kelompok kurang mampu. Menanggapi hal tersebut, Martha Sooai, alumni LPDP bidang hukum dan gender, menyatakan dukungan penuh serta membuka peluang untuk pendampingan dari sisi regulasi dan kebijakan.

Selain itu, diskusi juga menyinggung potensi replikasi program PANA (Pengabdian Alumni LPDP) di Kota Kupang. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara LPDP dengan Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Saat ini program PANA sedang dijalankan di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus utama pada pengembangan desa wisata berkelanjutan di daerah tertinggal.

Melalui skema ini, alumni LPDP diberi kesempatan untuk mengajukan proposal kegiatan berbasis riset dan pengabdian masyarakat selama enam bulan di desa-desa binaan yang telah ditentukan. Program ini dinilai efektif dalam mendorong kontribusi langsung alumni terhadap pembangunan daerah, sekaligus memperkuat jejaring kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas akademik.

“Kami berharap Kota Kupang dapat menginisiasi program serupa dengan dukungan pemerintah kota sebagai mitra lokal. Tema bisa disesuaikan dengan isu-isu strategis daerah seperti pengelolaan sampah, ekonomi kreatif, atau pariwisata komunitas,” tambah Maya.

Wakil Wali Kota menyambut antusias ide tersebut dan mengusulkan agar Pemkot Kupang dapat memfasilitasi inisiasi proyek alumni, misalnya melalui skema sayembara atau pendanaan mini project yang relevan dengan kebutuhan kota. Ia juga menyampaikan harapan agar program mentoring LPDP yang sebelumnya pernah dilakukan bersama Mata Garuda dapat menjadi agenda tahunan Pemkot, guna mendorong lebih banyak generasi muda Kota Kupang lolos beasiswa LPDP.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Pemkot Kupang selalu terbuka bagi inisiatif-inisiatif inovatif dari kaum muda, terlebih alumni LPDP yang telah terbukti memiliki kapasitas unggul. “Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan memperkaya pembangunan Kota Kupang dan memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama dan kesepakatan untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan pertemuan teknis selanjutnya untuk merancang bentuk kerja sama yang konkret.