Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Peningkatan infrastruktur Jalan Yos Sudarso resmi dimulai melalui Groundbreaking Ceremony yang digelar di halaman GMIT Jemaat Bukit Zaitun Tenau pada Senin (11/8/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Ayodhia G. L. Kalake yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur NTT periode 2023 – 2024.
Kegiatan Groundbreaking Ceremony menandai dimulainya pekerjaan konstruksi, sekaligus menyampaikan pesan jelas kepada masyarakat bahwa proyek infrastruktur jalan provinsi tengah dilaksanakan.
Momentum Groundbreaking Ceremony juga menunjukkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam upaya mempercepat kemajuan daerah melalui pembangunan infrastruktur.
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyatakan, Jalan Yos Sudarso merupakan akses vital menuju Pelabuhan Tenau. Akses jalan menjadi pintu utama bagi keluar masuknya barang dan jasa, sehingga keberadaannya sangat penting bagi pergerakan ekonomi di Kota Kupang.
Dalam proyek jalan, drainase turut dibangun guna mengatasi banjir yang selama mereka melewati kawasan gereja saat hujan. Infrastruktur yang baik tidak hanya memperlancar arus logistik tetapi juga meningkatkan keamanan dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah.
Selanjutnya, Gubernur NTT menyampaikan kepada wartawan bahwa pentingnya dukungan lintas sektor dalam menyukseskan pembangunan jalan.
Usulan dari daerah akan dibahas bersama Dinas PUPR Provinsi, OPD terkait, serta DPRD untuk menentukan langkah strategis lanjutan. Wilayah Alak dan Bolok diprioritaskan karena menjadi akses utama menuju pelabuhan, yang setiap hari dilalui puluhan hingga ratusan truk pengangkut logistik.
Tingginya aktivitas pengendara khususnya roda dua dan empat, dengan mencerminkan pentingnya keberadaan jalan yang memadai bagi kelancaran aktivitas ekonomi.
Sementara itu, Ayodhia G. L. Kalake mengatakan, proyek jalan termasuk dalam pengembangan infrastruktur dasar yang mendukung konektivitas kawasan.
Pelabuhan Tenau menjadi salah satu nadi utama perekonomian di Kupang dan Nusa Tenggara Timur. Peningkatan jalan di area tersebut dipandang krusial untuk mendukung kelancaran distribusi dan mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data dari The SMERU Research Institute, perekonomian Kota Kupang didominasi oleh sektor jasa seperti pemerintahan, perdagangan, pengangkutan, perhotelan, restoran, dan komunikasi. Perbaikan akses jalan diyakini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.














