Triduum II St. Yosef Freinademetz : Ketaatan yang Total

Hal itu terinspirasi dari kisah Yesus dalam teks Injil Markus 3:31–35, secara khusus dalam pernyataan Yesus yang berbunyi, “Siapa yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.”

Br. Ertus Naru, SVD sedang membawakan renungan dalam Triduum hari kedua pesta St. Yosef Freinademetz

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Perayaan ibadat Triduum menjelang Pesta St. Yosef Freindemetz mengundang Komunitas Biara Bruder Gregorius (BBG) dan asrama putri St. Arnoldus Janssen untuk merefleksikkan spirit St. Yosef Freindemetz yang taat dan penuh totalitas.

Berlangsung di Kapela BBG, ibadat triduum pada Selasa (27/01) itu dipimpin oleh Br. Ertus Naru, SVD, Biarawan sekaligus mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Dalam renungannya, Br. Ertus mengajak anggota Komunitas BBG dan asrama putri St. Arnoldus Janssen untuk masuk lebih dalam ke inti panggilan murid Kristus: ketaatan total kepada kehendak Allah, yang melampaui ikatan darah, kenyamanan pribadi, dan rasa aman manusiawi.

Hal itu terinspirasi dari kisah Yesus dalam teks Injil Markus 3:31–35, secara khusus dalam pernyataan Yesus yang berbunyi, “Siapa yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.”

Br. Ertus menyebut bahwa dalam Injil, Yesus sebenarnya menegaskan hubungan terdalam dengan-Nya tidak ditentukan oleh kedekatan fisik atau status, melainkan oleh kesediaan untuk mendengarkan dan melakukan kehendak Allah.

Ia menandaskan bahwa Sabda Yesus bukanlah sekadar pengajaran, tetapi sebuah undangan radikal untuk membentuk identitas baru sebagai keluarga Allah.

Lebih lanjut, Br. Ertus menyatakan bahwa sikap Yesus yang menganggap ibu dan saudara-Nya sebagai mereka yang melakukan kehendak Allah bukanlah sebuah penolakan terhadap keluarga, melainkan penegasan bahwa iman yang hidup menuntut keberanian untuk menempatkan Allah sebagai pusat segalanya.

Terhadap teks ini, Br. Ertus juga mengamini spirit St. Yosef Freinademetz yang menghayati kebenaran ini ketika ia meninggalkan keluarganya di Eropa demi karya misi di Tiongkok.

Bagi Br. Ertus, St. Yosef Freinadametz tidak kehilangan cintanya pada keluarga asalnya, tetapi memperluas cintanya dalam terang iman.

Di akhir renungan, Br. Ertus mengajak anggota Komunitas BBG dan asrama putri St. Arnoldus Janssen untuk tetap setia dalam tugas kecil, setia dalam komunitas dan setia dalam salib yang dipercayakan Tuhan dalam diri masing-masing.