Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan berbagai intervensi sosial, mulai dari program pemberdayaan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) melalui skema graduasi mandiri.
Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Kanisius H. M. Mau, mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran khusus melalui program Quick Wins untuk mendorong graduasi mandiri bagi keluarga penerima manfaat PKH yang dinilai sudah mampu secara ekonomi.
Menurut Kadis Sosial NTT, proses graduasi dilakukan melalui tahapan verifikasi oleh pemerintah kabupaten/kota bersama para pendamping PKH.
“Graduasi mandiri ini diberikan kepada KPM PKH yang sudah dianggap mampu setelah melalui verifikasi oleh teman-teman di kabupaten/kota bersama pendamping sosial,” ujarnya saat diwawancarai di SMKN 2 Kupang, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran sebelumnya pemerintah memberikan tambahan modal usaha sebesar Rp5 juta kepada penerima yang dinilai siap keluar dari program bantuan sosial.
“Misalnya dia sudah punya kios atau usaha kecil dan dianggap mampu, maka kita beri tambahan modal Rp5 juta. Itu dukungan dari APBD dan tidak perlu dikembalikan,” katanya.
Program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di NTT dengan jumlah penerima terbatas untuk tahap awal.
“Ada sekitar sepuluh orang di satu kabupaten/kota yang menerima. Ini masih kita evaluasi untuk melihat dampaknya,” jelasnya.
Evaluasi dilakukan oleh para pendamping sosial PKH untuk memastikan program benar-benar meningkatkan kemandirian penerima.
“Kita tidak mau seperti menyiram garam ke laut. Jadi harus dilihat dampaknya apakah benar membantu mereka berkembang atau tidak,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa secara nasional penerima PKH idealnya hanya menerima bantuan maksimal lima tahun. Jika sebelum waktu tersebut penerima sudah mampu, maka akan dilakukan graduasi dari program.
“Tugas kita bersama pemerintah kabupaten/kota memastikan kalau di bawah lima tahun mereka sudah mampu, maka harus kita graduasi,” katanya.
Untuk tahun 2026, Dinas Sosial NTT berencana melanjutkan program tersebut dengan sasaran penerima baru.
“Anggaran tahun ini masih kita hitung karena ada efisiensi, tetapi program ini kita harapkan tetap berjalan. Yang sudah menerima sebelumnya tid<span;>ak lagi menerima, kita fokus mencari penerima baru yang siap digraduasi,” ujarnya.














