Wali Kota Kupang Buka Dialog Percepatan Sertifikasi Higiene Sanitasi se-NTT

Menurut dr.Christian Widodo, "sertifikat tersebut bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral penyelenggara layanan makanan kepada masyarakat."

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka dialog bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka percepatan perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston Kupang, Kamis (12/3/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan pentingnya pemahaman mengenai istilah “laik” dalam konteks sertifikasi pemerintah. Menurut dr. Christian Widodo, istilah tersebut merujuk pada standar dan kelayakan yang ditetapkan melalui proses sertifikasi dan standarisasi.

Ia menjelaskan, dalam program kesehatan masyarakat, terutama terkait penyediaan makanan, aspek kelayakan tidak hanya dilihat dari nilai gizi, tetapi juga dari keamanan dan kebersihan.

“Makanan yang sehat bukan hanya bergizi, tetapi juga harus aman dan higienis. Di sinilah peran SLHS menjadi sangat penting sebagai jaminan kepercayaan kepada masyarakat,” ujar dr.Christian.

Menurut Wali Kota Kupang, sertifikat tersebut bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral penyelenggara layanan makanan kepada masyarakat.

dr. Christian juga menekankan bahwa upaya peningkatan kualitas pangan merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi generasi masa depan. Program penyediaan makanan bergizi, kata dia, harus dipandang sebagai investasi peradaban yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Ia mengungkapkan, hingga 11 Maret 2026 terdapat 36 Satuan Pelayanan Terpadu (SPTD) di Kota Kupang, dengan 34 di antaranya telah mengantongi SLHS. Dua lainnya masih dalam proses penerbitan.

“Capaian ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan standar keamanan pangan. Kami terus mendorong Dinas Kesehatan agar responsif dan aktif mendampingi SPTD yang masih berproses,” jelasnya.

Wali Kota Kupang berharap dialog tersebut tidak hanya menghasilkan catatan kebijakan, tetapi juga solusi konkret bagi berbagai kendala yang dihadapi daerah dalam penerapan standar higiene sanitasi.

Ia juga menyoroti masih rendahnya cakupan integrasi program pada posyandu dan PAUD di Kota Kupang. Menurutnya, aspek tersebut perlu mendapat perhatian lebih karena berperan penting dalam pencegahan stunting.

“Capaian di sekolah sudah cukup baik, tetapi integrasi di posyandu dan PAUD masih perlu ditingkatkan,” katanya.

dr. Christian berharap melalui forum dialog tersebut, pemerintah daerah dapat saling berbagi pengalaman dan solusi sehingga implementasi program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan selaras di seluruh wilayah NTT.