Melki Laka Lena Tegaskan Audit Flobamor Ungkap Fakta Sebenarnya

Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan "pentingnya audit investigatif untuk mengungkap kondisi riil PT Flobamor secara transparan dan akuntabel."

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya audit investigatif untuk mengungkap kondisi riil PT Flobamor secara transparan dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Flobamor yang digelar pada Selasa, (17/3/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Melki selaku pemegang saham pengendali itu menghasilkan empat keputusan strategis guna memperkuat tata kelola perusahaan menuju sistem yang profesional.

Keputusan tersebut meliputi pengangkatan Beni Meo sebagai komisaris baru, penegasan Yohanes Taka Dosi sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama, pengesahan status hukum PT Flobamor sebagai Perseroda, serta penugasan audit investigatif oleh Inspektorat Provinsi NTT dengan opsi melibatkan BPKP atau BPK.

Audit investigatif ini difokuskan pada penelusuran utang perusahaan guna memisahkan kewajiban korporasi dan tanggung jawab individu.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Melki menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi komisaris sebelumnya sekaligus menekankan pentingnya penyegaran dalam struktur pengawasan perusahaan.

Ia juga menegaskan bahwa penetapan Pelaksana Tugas Direktur Utama bertujuan memastikan proses administrasi lanjutan di tingkat kementerian dapat berjalan sesuai ketentuan.

Status hukum baru PT Flobamor sebagai Perseroda disebut telah melalui tahapan di Kementerian Dalam Negeri serta mendapat pengesahan DPRD NTT, sehingga memperkuat legitimasi kelembagaan perusahaan.

“Audit ini penting untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk utang-utang yang harus dipilah secara jelas antara tanggung jawab perusahaan dan individu,” ujar Melki.

Langkah lanjutan akan difokuskan pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik NTT.

Sementara itu, Yohanes Taka Dosi menegaskan pembenahan menyeluruh akan dimulai dari aspek administrasi hingga teknis operasional.

Ia menyebut penyusunan rencana bisnis menjadi prioritas utama sebagai landasan bagi direksi definitif agar perusahaan mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Evaluasi awal menunjukkan beban utang perusahaan cukup besar tanpa diimbangi kinerja keuntungan. Tercatat tagihan lebih dari Rp5 miliar dari galangan kapal yang belum didukung dokumen administrasi yang jelas.

Selain itu, terdapat utang sekitar Rp7 miliar di Bank NTT yang terus bertambah akibat bunga.

Audit investigatif diharapkan dapat memastikan keabsahan seluruh utang sekaligus mengungkap potensi kelalaian dalam pengelolaan sebelumnya.

Pembenahan ini diarahkan untuk memulai kembali operasional perusahaan secara bersih, transparan, dan berorientasi pada hasil.