KPID NTT Ajak Stakeholder Bangun Ekosistem Penyiaran Sehat

Terwujudnya Tata Kelola Penyiaran yang Inklusif dan Adaptif serta Memperkuat Keberagaman Lokal untuk NTT yang Maju dan Sejahtera.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas lembaga penyiaran serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penyiaran, dan para pemangku kepentingan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur (KPID NTT) akan menyelenggarakan workshop dan rapat kerja bertema “Terwujudnya Tata Kelola Penyiaran yang Inklusif dan Adaptif serta Memperkuat Keberagaman Lokal untuk NTT yang Maju dan Sejahtera.”

Pada Selasa (28/4/2026), di Aula Kantor Dinas Kominfo Provinsi NTT, Ketua KPID NTT, Yohanes Hamba Lati, dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyerap aspirasi dari berbagai pihak, terutama para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun lembaga penyiaran.

“Kegiatan workshop ini diharapkan mampu menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergi dalam memajukan dunia penyiaran di NTT yang selaras dengan program pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, KPID NTT juga membuka ruang kolaborasi dengan lembaga penyiaran sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas siaran, khususnya dalam pengembangan konten lokal yang mencerminkan kekayaan budaya, bahasa, dan adat istiadat masyarakat Indonesia.

Selain workshop, KPID NTT juga akan menggelar rapat kerja sebagai bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

“Rapat kerja ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis KPID NTT dalam tiga tahun ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan penyiaran di era digital,” katanya.

Ia menjelaskan, tantangan tersebut meliputi migrasi ke siaran digital, perkembangan konten media sosial, hingga maraknya hoaks dan polarisasi media.

“ia menyadari tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dari lembaga penyiaran, pemerintah daerah, akademisi, jurnalis, serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun ekosistem penyiaran yang sehat,” ujarnya.

Yohanes juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum tersebut sebagai ruang diskusi terbuka guna menghasilkan gagasan konstruktif.

“KPID NTT mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan siaran yang sehat dan berkualitas bagi masyarakat NTT,” ucapnya.

Ia juga mendorong lembaga penyiaran agar tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi turut menghadirkan program yang edukatif dan mampu mempersatukan masyarakat.

“Lembaga penyiaran harus mampu menghadirkan konten yang mendidik sekaligus memperkuat persatuan,” katanya.

Di akhir sambutannya, ia mengutip pesan Presiden pertama RI, Soekarno, tentang peran strategis penyiaran.

“Penyiaran harus menjadi alat untuk membentuk karakter bangsa. Pesan ini tetap relevan di era digital saat ini,” tuturnya.