Pelaku Hidup Bakti Berharap Kaum Muda Berani Jawabi Panggilan Hidupnya

Kepada Radio Tirilolok, sejumlah biarawan/biarawati dari berbagai komunitas religius menyampaikan kesan dan harapannya terhadap penyelenggaraan Expo yang sudah memasuki tahun ketiga pagelarannya itu.

Stand Kongregasi OMJM pada Expo Panggilan Hidup Bakti di Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua menyelenggarakan Expo Panggilan Komunitas Hidup Bakti se-Kota Kupang. Bertema “Mendengar Suara Tuhan di Tengah Arus Media Digital”, Expo Panggilan tersebut berlangsung pada 29/04 – 03/05.

Sebanyak 17 Kongregasi dan 4 pelaku UMKM terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain stand pameran dari setiap Kongregasi, panggung kesenian Expo Panggilan itu juga menghadirkan penampilan dari anak-anak SEKAMI dan sekolah-sekolah Katolik.

Kepada Radio Tirilolok, sejumlah biarawan/biarawati dari berbagai komunitas religius menyampaikan kesan dan harapannya terhadap penyelenggaraan Expo yang sudah memasuki tahun ketiga pagelarannya itu.

Sr. Fedelia, OMJM dari Tarekat Karya Misioner Yesus dan Maria, menyebut bahwa kegiatan tersebut sebagai ruang rahmat bagi para pelaku hidup bakti dan umat secara umum untuk berkumpul bersama, saling mendengarkan dalam berbagi cerita dan pengalaman untuk meneguhkan panggilan masing-masing.

Sementara itu, Fr. Rifan Koa dari Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, melihat Expo Panggilan itu sebagai sarana edukasi bagi kaum muda untuk mengenali panggilan hidupnya dengan menggali informasi dan gambaran tentang hidup membiara, terutama bagi mereka yang berminat untuk menjalankan panggilan itu, namun masih mengalami keraguan tertentu.

Hal serupa disampaikan oleh Sr. Getrudis Kuil, OHFS dari Kongregasi Suster-Suster Fransiskan Pelayan Orang Sakit. Baginya, Expo Panggilan tidak sekadar sebagai ajang pameran untuk memperkenalkan kehidupan membiara, namun juga merupakan momentum promosi panggilan bagi orang muda di Keuskupan Agung Kupang agar mampu menjawabi panggilan hidupnya.

Fr. Finotrio Santos Ximenes, CMF dari Kongregasi Misionaris Claretian menyoroti pelaksanaan Expo panggilan itu sebagai kesempatan untuk menanamkan benih-benih panggilan kepada anak-anak sejak dini. Keterlibatan anak-anak dinilainya menjadi modal penting untuk memperkenalkan spiritualitas setiap kongregasi kepada mereka.

Lebih lanjut, ia juga berharap bahwa semakin banyak pribadi yang bergerak sebagai agen promotor panggilan kepada orang-orang terdekat, agar pertumbuhan dan perkembangan panggilan hidup bakti di Gereja Katolik kian meningkat.

Di sisi lain, P. Roni Dae Soro, SVD dari Serikat Sabda Allah memaknai Expo Panggilan sebagai peluang untuk mempromosikan spiritualitas hidup Biarawan SVD kepada lebih banyak umat, termasuk tentang karya misi SVD yang selama lebih dari 150 tahun telah bergerak di berbagai bidang kehidupan.

Ia mengharapkan agar SVD dapat terus menjadi pewarta Sabda Allah yang menjadi pilihan bagi generasi muda untuk mengembangkan diri dalam menjalankan panggilan hidupnya. Meski sudah ratusan tahun berkarya di NTT, namun ia menekankan bahwa SVD mesti terus terlibat untuk penanaman bibit-bibit panggilan di kalangan orang muda demi masa depan Gereja.

Adapun Expo Panggilan itu akan ditutup secara resmi melalui Perayaan Ekaristi yang berlangsung pada Minggu (03/05) yang akan dipimpin oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.