Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar acara talkshow Bicara Buku Buku Bicara (B4) dengan mengangkat buku “Tuhan, Secangkir Kopi, dan Luka” pada Minggu, (14/6/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.
Acara B4 menghadirkan Maria Nikita Sumiati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Nusa Cendana (UNDANA), sebagai narasumber.
Dalam dialog interaktif, Niken menjelaskan bahwa buku Tuhan, Secangkir Kopi, dan Luka menghadirkan luka bukan sebagai sesuatu yang dirayakan atau dramatisasi, melainkan sebagai bagian dari pengalaman hidup yang perlu diakui dan diterima.
“Buku ini mengajak pembaca untuk melihat luka sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tidak perlu disangkal, tetapi diterima sebagai proses yang membentuk diri,” ujarnya.
Menurut Niken, luka dipandang sebagai kenyataan yang dapat dialami siapa saja, baik dalam bentuk trauma maupun pergumulan kehidupan lainnya. Penulis menawarkan jalan tengah dengan menempatkan luka sebagai ruang refleksi dan kepasrahan kepada Tuhan.
“Kepasrahan kepada Tuhan dalam buku ini bukan berarti menyerah begitu saja, melainkan berusaha mendekatkan diri kepada-Nya sambil terus mencari jalan keluar dari setiap persoalan hidup,” katanya.
Niken juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap buku tersebut berawal dari judul yang dinilai unik dan penuh paradoks. Perpaduan antara Tuhan, secangkir kopi, dan luka memunculkan rasa penasaran karena ketiganya tampak tidak memiliki keterkaitan secara langsung.
“Saat pertama kali melihat judulnya, saya merasa penasaran karena tiga unsur itu seolah berbeda, tetapi justru menghadirkan pertanyaan yang membuat saya ingin membaca buku ini,” ujarnya.
Rasa ingin tahu tersebut mendorongnya untuk membaca isi buku secara mendalam.
Melalui setiap cerita, penulis menghadirkan makna yang menghubungkan unsur spiritualitas, pengalaman keseharian, dan pergulatan batin dalam satu rangkaian refleksi yang menarik.
“Setelah membacanya, saya menemukan bahwa setiap kisah di dalam buku ini saling terhubung dan mengajak pembaca merenungkan kehidupan dari berbagai sudut pandang,” tuturnya.
Buku Tuhan, Secangkir Kopi, dan Luka memiliki 65 halaman dan menawarkan pembacaan yang ringan sekaligus reflektif tentang kehidupan, keimanan, dan proses penyembuhan diri.
“Meski tipis dan ringan dibaca, buku ini menyimpan banyak pesan yang relevan dengan pengalaman hidup sehari-hari,” pungkas Niken.














