Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang menggelar talkshow bertema “Memulihkan Gerakan Koperasi Kredit demi Ekonomi Kerakyatan NTT” pada Sabtu, (13/6/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.
Acara talkshow menghadirkan Ketua Pengurus KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, Herman Seran, ST., M.Sc., sebagai narasumber.
Dalam dialog interaktif tersebut, Herman Seran menekankan pentingnya mengembalikan jati diri koperasi sebagai kumpulan orang yang dibangun atas dasar kepercayaan, bukan sekadar lembaga yang berorientasi pada penghimpunan modal.
“Koperasi pada hakikatnya adalah kumpulan orang yang saling percaya dan bekerja sama untuk mencapai kesejahteraan bersama. Karena itu, koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga penghimpun modal,” ujarnya.
Ia mengatakan, perkembangan koperasi selama ini cenderung lebih fokus pada penguatan modal finansial, sementara modal sosial kurang mendapat perhatian.
“Ketika modal sosial tidak diperkuat, berbagai persoalan internal dapat muncul, mulai dari konflik kepentingan hingga menurunnya partisipasi anggota dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya.
Menurut Herman Seran, koperasi membutuhkan keseimbangan antara kekuatan finansial dan kekuatan sosial agar dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Ia menilai salah satu indikator melemahnya modal sosial terlihat dari rendahnya keterlibatan anggota dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Masih banyak anggota yang memandang koperasi hanya sebagai tempat menabung dan meminjam. Padahal koperasi adalah gerakan ekonomi bersama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota,” ujarnya.
Selain itu, Herman Seran mengungkapkan bahwa koperasi juga menghadapi tantangan dalam ketersediaan sumber daya manusia yang memenuhi syarat untuk menjadi pengurus maupun pengawas.
“Kondisi ini menunjukkan pentingnya kaderisasi dan pembinaan anggota secara berkelanjutan agar koperasi memiliki regenerasi kepemimpinan yang kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam gerakan koperasi. Semakin besar jumlah anggota dan semakin luas wilayah pelayanan, semakin besar pula tantangan untuk menjaga kedekatan, transparansi, dan tata kelola organisasi.
“Kepercayaan harus terus dirawat melalui transparansi, komunikasi yang baik, dan tata kelola yang sehat. Tanpa kepercayaan, koperasi akan sulit berkembang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Herman Seran juga menegaskan bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang paling demokratis karena setiap anggota memiliki hak suara yang sama tanpa dipengaruhi besarnya modal yang dimiliki.
“Di koperasi, setiap anggota memiliki satu suara. Inilah yang membedakan koperasi dengan lembaga ekonomi lainnya dan menjadi kekuatan utama gerakan koperasi,” ujarnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa penguatan modal sosial, peningkatan partisipasi anggota, serta penerapan tata kelola yang sehat menjadi kunci dalam upaya memulihkan gerakan koperasi kredit demi mendukung ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur.
“Jika modal sosial diperkuat dan anggota kembali aktif dalam kehidupan koperasi, maka gerakan koperasi kredit di NTT akan semakin kuat dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.














