Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melepas Pencanangan Sensus Ekonomi Kota Kupang Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (24/6/2026).
Pencanangan tersebut menjadi momentum strategis yang menandai dimulainya rangkaian pendataan usaha oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di seluruh wilayah Kota Kupang. Kegiatan ini bertujuan memotret kondisi riil, potensi, serta perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Kota Kupang secara administratif terdiri atas enam kecamatan dan 51 kelurahan yang menjadi cakupan pelaksanaan sensus ekonomi tahun ini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa setiap data yang dikumpulkan petugas memiliki nilai penting bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap data yang dicatat dengan akurat memiliki makna besar. Di balik data tersebut ada harapan keluarga, ada anak-anak yang menginginkan pendidikan yang lebih baik, dan ada masyarakat yang membutuhkan perhatian serta bantuan pemerintah,” ujar dr. Christian Widodo.
Ia mengingatkan para petugas sensus untuk tetap sabar, ramah, dan profesional saat menjalankan tugas di lapangan, termasuk ketika menghadapi penolakan dari masyarakat.
“Kerjakan tugas ini dengan hati. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Tetap sabar, tangguh, dan profesional karena tugas ini merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat,” katanya.
dr. Christian Widodo juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung pelaksanaan sensus ekonomi.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui surat instruksi kepada camat, lurah, RW, dan RT agar membantu kelancaran tugas petugas sensus di wilayah masing-masing.
Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang telah menerbitkan surat edaran kepada pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk menerima petugas sensus serta memberikan data yang jujur, lengkap, dan benar.
“Saya mendukung penuh pelaksanaan sensus ekonomi ini. Masyarakat tidak perlu ragu menerima petugas sensus karena data yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi pembangunan daerah ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, S.ST., MT, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Kupang melibatkan 289 petugas yang terdiri dari 255 petugas pendataan lapangan dan 34 petugas pemeriksa lapangan.
Menurut Ivadia Elmina Patola, sasaran sensus mencakup seluruh bangunan, rumah tangga, dan unit usaha tanpa terkecuali yang berada di seluruh wilayah Kota Kupang.
“Semua bangunan akan didata. Di dalamnya terdapat rumah tangga maupun aktivitas usaha yang menjadi objek sensus. Pendataan dilakukan di seluruh kecamatan, kelurahan, hingga RT secara serentak bersama pelaksanaan sensus ekonomi di seluruh Indonesia,” jelas Ivadia.
Ia juga memastikan bahwa seluruh data yang dikumpulkan bersifat rahasia dan dilindungi oleh undang-undang sehingga tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan.
“Data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya. Karena itu kami mengharapkan masyarakat dapat memberikan informasi secara jujur agar pemerintah memperoleh gambaran kondisi ekonomi yang sebenarnya,” ujarnya.
Data yang terkumpul nantinya akan digunakan pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan yang telah berjalan sekaligus menjadi dasar perencanaan pembangunan ekonomi pada masa mendatang.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 secara serentak di seluruh Indonesia.














