DPRD Kota Kupang Minta Orang Tua Tetap Tenang Hadapi Pendaftaran Siswa Baru

Djuneidi mengakui bahwa "sekolah-sekolah yang selama ini menjadi favorit masyarakat, seperti SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 8 Kota Kupang, memang cenderung lebih cepat dipenuhi pendaftar."

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa peluang masuk sekolah negeri telah tertutup, meskipun kuota di sejumlah sekolah terlihat penuh pada menit-menit awal pendaftaran.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Demokrat, Djuneidi C. Kana, dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Rabu (24/6/2026), di ruang kerjanya.

Menurut Djuneidi, Dinas Pendidikan sebelumnya telah menyusun jadwal penerimaan peserta didik baru yang kemudian diterapkan oleh masing-masing sekolah. Pada pelaksanaan tahun ini, sistem zonasi wilayah diterapkan secara lebih ketat sehingga berdampak pada cepatnya pemenuhan kuota di sejumlah sekolah.

“Memang kali ini metode zonasi wilayah sangat diterapkan. Mungkin itu yang menyebabkan beberapa kuota sekolah terlihat cepat penuh,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini pihak DPRD belum melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan terkait kondisi tersebut.

Namun, ia berharap dinas dapat menyiapkan sekolah alternatif maupun solusi terbaik agar seluruh calon peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan.

“Kami menghimbau agar Dinas Pendidikan menyiapkan sekolah alternatif atau solusi terbaik sehingga semua anak didik yang akan masuk sekolah tetap bisa terakomodasi,” katanya.

Djuneidi mengakui bahwa sekolah-sekolah yang selama ini menjadi favorit masyarakat, seperti SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 8 Kota Kupang, memang cenderung lebih cepat dipenuhi pendaftar.

Namun, menurutnya kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada beberapa sekolah tertentu karena saat ini kualitas sekolah negeri dinilai semakin merata.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan pendaftaran di sekolah yang berada dalam wilayah zonasinya masing-masing.

“Saya pikir saat ini hampir semua sekolah memiliki kualitas yang sama. Karena itu masyarakat juga diharapkan dapat mendaftar di sekolah yang berada di wilayahnya masing-masing,” tutupnya.