Dampak Pinjaman Online terhadap Generasi Muda

TIRILOLOK Solidarity Hour.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dampak penggunaan pinjaman online terhadap kualitas hidup generasi muda menjadi sorotan dalam talkshow TIRILOLOK Solidarity Hour yang digelar Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, Jumat, (4/9/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.

Talkshow mengangkat tema Dampak Pinjaman Online terhadap Kualitas Hidup Generasi Muda” dengan menghadirkan Sekretaris Pengawas KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta, Simon Senggo, A.Md., sebagai narasumber.

Dalam dialog tersebut, Simon Senggo menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diakses dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna pinjaman online di Indonesia pada Januari 2025 mencapai sekitar 146,5 juta orang, dengan total penggunaan dana hampir Rp26 triliun.

Sementara itu, untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, data yang tersedia belum merinci jumlah pengguna pinjaman online secara khusus. Namun, terdapat informasi mengenai lembaga layanan pinjaman dan investasi yang beroperasi secara legal maupun ilegal.

Simon juga menyebutkan bahwa berdasarkan data tahun 2025, nilai penyaluran pinjaman online secara nasional telah mencapai hampir Rp90 triliun. Penyaluran tersebut tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut Simon, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama karena generasi muda merupakan salah satu kelompok yang rentan terdampak apabila penggunaan pinjaman online tidak disertai kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

“Generasi muda harus memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan. Jangan sampai kemudahan akses pinjaman online justru menimbulkan persoalan baru dan berdampak terhadap kualitas hidup,” ujar Simon Senggo.

Ia menambahkan, masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih layanan keuangan dan memastikan penyedia pinjaman maupun investasi telah memiliki legalitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui talkshow TIRILOLOK Solidarity Hour, masyarakat diharapkan semakin memahami risiko pinjaman online serta pentingnya meningkatkan literasi keuangan agar dapat mengambil keputusan finansial secara bijak dan bertanggung jawab.