Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bersama Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Kupang menggelar kegiatan bersama tahun 2026 di Aula KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta, Kayu Putih, Jumat, (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, A.P., yang mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Sebanyak 100 peserta yang berasal dari Orang Muda Katolik atau OMK dari berbagai paroki di Kota Kupang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kota Kupang, Valentinus Kopong Masan, mengatakan kegiatan tahunan tersebut mengangkat tema “Kekerasan Seksual di Dunia Digital.”
Menurut Valentinus, tema tersebut relevan dengan perkembangan penggunaan teknologi dan media digital, khususnya di kalangan generasi muda.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Valentinus mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi orang muda agar mampu menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kita ingin orang muda memahami bahwa setiap manusia memiliki martabat yang harus dihormati. Karena itu, penghormatan terhadap martabat manusia juga harus diwujudkan dalam perilaku kita, termasuk ketika menggunakan media sosial dan ruang publik digital,” ujar Valentinus.
Ia menegaskan, media sosial semestinya dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, pembelajaran, dan komunikasi yang positif, bukan menjadi sarana untuk menyebarkan konten yang merugikan, merendahkan martabat orang lain, maupun tidak pantas.
Valentinus juga menyatakan masih adanya keterlibatan anak muda dalam penyebaran konten pornografi. Menurutnya, persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan kematangan emosional dan kurangnya pemahaman mengenai konsekuensi penggunaan media digital secara tidak bijak.
“Karena itu, orang muda perlu dibekali pemahaman yang cukup sehingga mereka tidak hanya tahu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” katanya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta selama kegiatan dapat diterapkan terlebih dahulu dalam kehidupan pribadi dan keluarga, sebelum kemudian dibagikan kepada lingkungan yang lebih luas.
Valentinus optimistis, perubahan perilaku yang dimulai dari lingkungan terdekat dapat mendorong generasi muda menjadi teladan bagi teman sebaya, keluarga, dan masyarakat.
“Kalau orang muda mulai membangun perilaku yang baik dari dirinya sendiri dan dari keluarga, saya yakin mereka bisa menjadi garam dan terang bagi teman-temannya, bagi keluarga, masyarakat, dan tentu bagi Kota Kupang,” ujarnya.
Kegiatan bersama Pemerintah Kota Kupang dan Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Kupang tahun 2026 tersebut berlangsung selama dua hari dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai paroki di Kota Kupang.














