Gubernur NTT Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Pascagempa Flores

“Strategi Pemulihan Ekonomi Dampak Gempa Flores” di Timor Ballroom Lantai 1, Hotel Harper Kupang, Jumat (4/9/2026).

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menghadiri sekaligus memimpin Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Pemulihan Ekonomi Dampak Gempa Flores” di Timor Ballroom Lantai 1, Hotel Harper Kupang, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi NTT tersebut menjadi forum untuk memetakan dampak gempa terhadap perekonomian sekaligus merumuskan strategi pemulihan yang lebih terarah dan terukur.

Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Laka Lena menegaskan pentingnya pemerintah bergerak cepat dengan berpedoman pada data dan pemetaan kondisi di lapangan.

Menurutnya, dampak gempa di Flores perlu dicermati secara menyeluruh agar pemerintah dapat menentukan langkah pemulihan secara tepat, mulai dari sektor yang harus diprioritaskan hingga bentuk intervensi yang diperlukan.

“Angka-angka yang disajikan merupakan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan bisa membantu kita memahami masalah dengan baik serta mencari solusi yang lebih tepat,” ujar Emanuel.

Ia meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) berperan aktif dalam tahapan pembahasan lanjutan. Setiap OPD diharapkan memahami persoalan pada sektor masing-masing sehingga langkah pemulihan dapat dirumuskan secara konkret.

Sektor yang menjadi perhatian antara lain pendidikan, BUMD, perhubungan, UMKM, kesehatan, pariwisata, serta sektor-sektor lain yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh bencana.

Gubernur menekankan bahwa proses pemulihan tidak boleh berhenti pada tahap pemetaan. Pemerintah harus segera menerjemahkan hasil kajian menjadi program dan kegiatan yang dapat dilaksanakan secara cepat, terkoordinasi, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan yang pertama dan bukan yang terakhir. Kita sudah mulai mengetahui bahwa situasinya sudah berubah. Karena itu, kita harus bergerak lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) NTT Fransiskus Sales Sodo, yang menyampaikan materi mengenai “Pemetaan Dampak Ekonomi Regional Pascagempa Flores” secara daring dari Kabupaten Manggarai Barat, menjelaskan bahwa dampak gempa perlu dilihat tidak hanya dari kerusakan fisik, tetapi juga dari efek berantai terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menyebut sektor pariwisata menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan. Aktivitas pariwisata memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor ekonomi masyarakat, termasuk usaha kecil, transportasi, perdagangan, dan jasa.

Menurutnya, pemetaan dampak diperlukan untuk mengetahui sektor-sektor yang mengalami gangguan serta menentukan intervensi yang paling sesuai.

Kajian tersebut juga membahas sejumlah komponen yang terdampak gempa, antara lain infrastruktur, transportasi, aktivitas usaha, logistik, layanan kesehatan, serta berbagai fasilitas pendukung kegiatan ekonomi.

Dalam paparannya, turut disampaikan sejumlah skenario perubahan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai gambaran mengenai kemungkinan dampak ekonomi berdasarkan tingkat keparahan bencana dan kecepatan pemulihan.

Hasil pemetaan dan skenario tersebut diharapkan menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi NTT dalam menyusun program pemulihan ekonomi secara sistematis, dengan mengacu pada data yang telah teridentifikasi dan tervalidasi.

FGD ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan proses pemulihan pascagempa Flores tidak hanya berorientasi pada rehabilitasi fisik, tetapi juga pada pemulihan aktivitas ekonomi dan penguatan kembali kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.