Pemberkatan dan Peresmian Biara SSpSAP Menjadi Harapan Baru bagi Gereja Lokal Keuskupan Agung Kupang

Berlangsung pada Sabtu (03/10), pemberkatan dan peresmian tersebut ditandai dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, didampingi oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD Krispinus Saku dan Provinsial SVD Timor, P. Dismas Longginus Mauk, SVD.

Perayaan Ekaristi Pemberkatan dan Peresmian Biara St. Mikhael Malaikat Agung SSpSAP

Oelamasi, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gereja lokal Keuskupan Agung Kupang kembali mendapat penambahan jumlah biara, melalui pemberkatan dan peresmian Biara St. Mikhael Malaikat Agung SSpSAP (Suster-Suster Abdi Roh Kudus Adorasi Abadi) di Manuat – Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Berlangsung pada Sabtu (03/10), pemberkatan dan peresmian tersebut ditandai dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, didampingi oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD Krispinus Saku dan Provinsial SVD Timor, P. Dismas Longginus Mauk, SVD.

Dalam sambutannya, Superior General SSpSAP, Mo. Ma. Magdalena Gertrud Kruse menyatakan sukacita atas rampungnya pembangunan Biara SSpSAP yang menjadi langkah baru dalam sejarah pelayanan kongregasi kontemplatif tersebut.

Suster Magdalena mengapresiasi semua pihak yang ambil bagian dalam proses pembangunan, termasuk keluarga besar Arnoldus (SVD dan SSpS). Ia juga berterima kasih kepada Uskup Agung Kupang yang  telah memberikan perhatian bagi eksistensi SSpSAP.

Ia berharap, kehadiran biara tersebut dapat menjadi komunitas yang mengantar umat untuk lebih dekat kepada Tuhan dalam doa dan adorasi. Secara khusus, ia mengundang umat Keuskupan Agung Kupang, terutama mereka yang sedang mencari dukungan dan penyembuhan, untuk datang dan terlibat dalam doa bersama para Suster.

Lebih lanjut, Suster Magdalena mengharapkan agar keberadaan Biara SSpSAP itu kian mendorong pertumbuhan panggilan di kalangan orang muda, dengan memberanikan diri untuk mendengarkan tuntunan Roh Kudus dan menyerahkan diri pada perlindungan Bunda Maria.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang menegaskan bahwa Biara SSpSAP tidak sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan hidup sebagai rumah doa dan persembahan bagi Tuhan. Menurutnya, di tengah dunia yang semakin bising, kehadiran biara SSpSAP menjadi sangat berarti bagi dunia, mengingat bahwa di hadapan Sakramen Mahakudus, para Suster SSpSAP terus menerus dipanggil untuk menghadirkan doa yang tidak pernah putus bagi gereja, keluarga katolik, kaum muda, anak-anak, lansia, difabel, masyarakat, bangsa dan negara, teristimewa bagi mereka yang mengalami pergumulan dan nyaris kehilangan harapan.

Mgr. Hironimus menyampaikan harapannya agar SSpSAP dapat ikut membangun gereja lokal Keuskupan Agung Kupang, dengan menghidupkan komunitas yang sungguh menjadi oase spiritual bagi mereka yang mencari keheningan untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

Pada akhir penyampaiannya, Uskup Hironimus mendorong para Suster SSpSAP untuk terus meneladani semangat St. Mikhael Malaikat Agung yang selalu menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan, sumber kekuatan dan tujuan setiap pelayanan. Ia berharap bahwa doa para Suster SSpSAP menjadi kekuatan tersembunyi yang menopang karya evangelisasi, panggilan hidup bakti, dan seluruh umat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

 

Penulis: Katarina Lamablawa