Beda Suara Tetap Satu Harmoni Pesan dr. Christian Widodo

Kota Kupang jadi tuan rumah Pesparawi Sinode GMIT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Pesparawi Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) untuk pertama kalinya digelar di Kota Kupang. Rangkaian kegiatan bertajuk “Pembukaan Simfoni Persaudaraan GMIT” tersebut resmi dibuka di Aula GMIT Center, Rabu (7/10/2026).

Pembukaan kegiatan dihadiri Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT, Sekretaris Daerah Kota Kupang sekaligus Ketua Panitia Pesparawi Sinode GMIT Jeffry Pelt, Ketua Majelis Sinode GMIT, Direktur Utama Bank NTT, pimpinan Sinode GMIT, perwakilan jemaat GMIT se-NTT, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menekankan bahwa musik dan paduan suara menjadi gambaran penting tentang bagaimana perbedaan dapat disatukan dalam sebuah harmoni.

Menurut dr. Christian Widodo, sebuah paduan suara tidak akan menghasilkan harmoni jika seluruh anggotanya memiliki suara yang sama. Justru perbedaan karakter suara menjadi kekuatan untuk menghasilkan sebuah simfoni yang indah.

“Persatuan itu tidak harus menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama meskipun berbeda,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia mengatakan, keberagaman yang ada dalam kehidupan masyarakat juga membutuhkan kemampuan untuk saling memahami, memberi ruang, dan menempatkan diri agar tercipta keseimbangan.

dr. Christian Widodo mengibaratkan setiap individu dalam kehidupan seperti bagian-bagian dalam sebuah paduan suara. Ada saatnya seseorang harus mengambil peran lebih besar, tetapi ada pula waktunya memberi kesempatan kepada orang lain untuk tampil.

“Dengan perbedaan ini, kita saling membuka kesempatan. Kita saling memahami, kita tahu kapan kita mundur, kita tahu kapan kita maju, sehingga menjadi satu simfoni yang unik,” katanya.

Ia menegaskan, keberagaman tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila setiap orang mampu duduk bersama dan membangun harmoni.

“Walaupun berbeda, kita bisa bergerak dalam sebuah harmoni. Kita tidak bisa membuat semua orang sama. Orang-orang memiliki kebudayaan masing-masing, tetapi bagaimana kita saling memahami dan duduk dalam sebuah harmoni dan simfoni yang indah,” lanjutnya.

dr. Christian Widodo juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Pesparawi Sinode GMIT di Kota Kupang.

Menurut Wali Kota Kupang, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang bernyanyi dan menampilkan kemampuan seni, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan kebersamaan warga GMIT.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Pesparawi Sinode GMIT.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan potensi seni dan musik gerejawi.

Johni Asadoma juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pesparawi Sinode GMIT sekaligus Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Pelt, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat persaudaraan serta mengembangkan potensi musik dan paduan suara di lingkungan jemaat GMIT.

Jeffry E. Pelt menyebut rangkaian kegiatan akan berlangsung selama tiga hari. Sebanyak 30 kelompok paduan suara dari berbagai jemaat dan wilayah pelayanan GMIT ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, keikutsertaan puluhan kelompok paduan suara itu menunjukkan besarnya antusiasme jemaat terhadap kegiatan seni dan musik gerejawi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, Sinode GMIT, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Jeffry E. Pelt berharap Pesparawi Sinode GMIT tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat hubungan antargereja dan jemaat, serta mengembangkan talenta musik di lingkungan GMIT.

“Melalui kegiatan ini kita ingin membina dan mengembangkan potensi musik dari jemaat,” demikian inti pesan yang disampaikannya.

Dengan mengusung semangat persaudaraan, Pesparawi Sinode GMIT di Kota Kupang diharapkan menjadi momentum untuk merayakan keberagaman sekaligus memperkuat persatuan.

Pesan tersebut sejalan dengan tema besar pembukaan, bahwa perbedaan bukan penghalang untuk berjalan bersama, melainkan dapat menjadi kekuatan ketika dipadukan dalam harmoni.