Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Tangis dan duka mendalam menyelimuti umat Katolik di Kuasi Paroki St. Petrus Haukoto, Keuskupan Agung Kupang, saat mengiringi jenazah RD. Yakobus Longa, Pr, yang akrab disapa Romo Yallo, masuk ke dalam gereja pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Pastor Kuasi Paroki St. Petrus Haukoto itu berpulang ke rumah Bapa di Surga pada usia 40 tahun. Romo Yakobus Longa lahir pada 16 September 1986.
Jenazah Romo Yallo sebelumnya diarak dari RSCB menuju Kuasi Paroki St. Petrus Haukoto. Kedatangan jenazah diterima oleh Pastor Rakan dan RD. Hiro Nani, didampingi P. Sebas Wadjang, SVD.
Setibanya di gereja, rangkaian penghormatan dilanjutkan dengan ibadat pemberkatan jenazah yang dipimpin P. Sebas Wadjang, SVD, Pastor Paroki Sta. Familia Sikumana.
Suasana haru pecah ketika jenazah Romo Yallo diarak memasuki Gereja St. Petrus Haukoto menuju altar. Umat yang memenuhi gereja tampak tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian sosok imam yang selama ini dikenal dekat dengan umat dan memiliki perhatian besar kepada masyarakat.
Salah seorang umat Katolik, Karolin Da Silva, mengenang Romo Yallo sebagai pribadi yang bersahaja, murah hati, dan selalu bersedia membantu siapa saja yang membutuhkan.
“Sebagai orang tua yang dianggap oleh Romo Yallo sebagai orang tua kami, kami sangat dekat dengan dia. Pribadinya sangat bersahaja,” ujar Karolin dalam wawancara bersama Radio Tirilolok.
Menurut Karolin, Romo Yallo tidak pernah menolak ketika diminta datang untuk membantu umat, termasuk ketika diminta mendoakan mereka.
“Kalau diminta bantuan untuk datang karena dia punya kemampuan dan karunia untuk mendoakan dan sebagainya, dia tidak pernah menolak,” katanya.
Karolin juga menilai Romo Yallo sebagai sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap orang-orang kecil dan selalu berusaha hadir bagi mereka yang membutuhkan.
“Romo yang selalu murah hati, yang selalu berbagi dengan orang-orang kecil, dan selalu memperhatikan semua orang yang membutuhkan bantuan,” tuturnya.
Lebih dari itu, kata Karolin, pelayanan Romo Yallo tidak terbatas pada umat Katolik. Ia dikenal bersedia membantu dan mendoakan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
“Dia bukan milik umat Katolik saja, tetapi milik semua umat, lintas agama. Karena semua yang beragama lain meminta bantuan dan mendoakan mereka semua, itu dia tidak pernah tolak dan dia laksanakan,” ungkapnya.
Bagi Karolin, kenangan terhadap Romo Yallo bukan hanya tentang sosok seorang imam, tetapi juga pribadi yang hadir dengan keceriaan, kesederhanaan, dan ketulusan dalam kehidupan umat.
Rangkaian penghormatan terhadap Romo Yakobus Longa selanjutnya dilanjutkan dengan Misa malam pertama pada pukul 19.00 WITA, yang akan dipimpin Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD. Erick Fkun.














