Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meninjau langsung sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kupang, Selasa (13/10), untuk memantau kondisi antrean kendaraan yang terjadi akibat keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) ke Kota Kupang.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Kupang menyambangi SPBU di Jalan Frans Seda, Kelurahan Fatululi, serta SPBU di Kelurahan Tuak Daun Merah. Wali Kota mengecek secara langsung kondisi antrean kendaraan dan berdiskusi dengan pengawas SPBU guna memperoleh informasi mengenai ketersediaan stok, pola penyaluran BBM, serta perkembangan pelayanan kepada masyarakat.
Peninjauan ini dilakukan menyusul terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir.
Keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM berdampak pada pasokan bahan bakar ke Kota Kupang, sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi. Akibatnya, BBM yang masuk ke sejumlah SPBU tidak bertahan lama karena langsung terserap oleh tingginya permintaan.
Dari hasil diskusi dengan pengawas SPBU, diketahui bahwa pasokan BBM yang masuk pada Minggu langsung habis terserap masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan stok kembali terbatas dan memengaruhi kelancaran pelayanan pengisian BBM kepada konsumen.
Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur normal. Perkembangan ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Kupang agar situasi distribusi BBM terus membaik dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan lancar.
Wali Kota Kupang mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus mendengarkan penjelasan dari pengawas SPBU mengenai kendala yang dihadapi selama terjadinya keterlambatan pasokan.
“Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan berdiskusi dengan pengawas SPBU. Memang sebelumnya terjadi antrean karena keterlambatan pengiriman BBM, sementara pasokan yang masuk pada hari Minggu langsung habis. Namun, dari hasil pemantauan, kondisi antrean sudah mulai normal. Kami berharap distribusi BBM segera kembali lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Wali Kota Kupang
Menurutnya, pemantauan langsung di lapangan penting untuk mengetahui perkembangan situasi secara faktual. Informasi dari pengawas SPBU menjadi salah satu masukan bagi pemerintah dalam memahami kondisi pasokan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
Ketersediaan BBM memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga, transportasi umum, distribusi barang, serta berbagai kegiatan ekonomi di Kota Kupang. Karena itu, kelancaran pengiriman dan distribusi BBM menjadi hal yang diharapkan segera pulih agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang saat mengisi bahan bakar.
Pemerintah Kota Kupang berharap koordinasi antara pihak-pihak terkait dalam rantai pasokan BBM terus berjalan sehingga distribusi dapat kembali normal.
Pemerintah juga akan terus mencermati perkembangan situasi di lapangan seiring dengan membaiknya kondisi antrean di sejumlah SPBU.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai ketersediaan BBM. Dengan distribusi yang kembali lancar dan dukungan seluruh pihak, diharapkan kebutuhan BBM masyarakat Kota Kupang dapat terpenuhi dan aktivitas sehari-hari berlangsung tanpa hambatan berarti.














