Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kelurahan Manutapen membentuk tiga titik bank sampah untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat, meningkatkan kebersihan lingkungan, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga.
Lurah Manutapen, Reny Djaya Rata, SE, menjelaskan, tiga titik bank sampah tersebut berlokasi di RT 33, RT 17, dan Gereja Peniel Manutapen. Hal itu disampaikannya dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK di ruang kerjanya, Jumat (9/10/2026).
Menurut Reny, program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT dan RW, Kelurahan Siaga, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga tokoh agama. Keterlibatan seluruh unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, ujarnya.
Melalui program ini, masyarakat diajak mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomis, seperti botol plastik, kardus, kertas, serta kaleng bekas semprotan dan cat. Sampah yang terkumpul akan ditimbang sebelum dijual melalui mekanisme pengelolaan bank sampah.
Program tersebut menjangkau 33 RT dan 11 RW di wilayah Kelurahan Manutapen. Untuk mengoptimalkan pelaksanaannya, pihak kelurahan berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW melalui grup komunikasi guna mengajak warga menyetorkan sampah ke titik pengumpulan terdekat.
Reny menjelaskan, setiap titik bank sampah memiliki jadwal penimbangan masing-masing. Lokasi RT 33 telah melaksanakan penimbangan perdana pada Jumat, sedangkan jadwal penimbangan di RT 17 dan Gereja Peniel masih dalam tahap koordinasi.
Antusiasme masyarakat, terutama warga di sekitar RT 33, cukup tinggi. Bahkan, sebelum kegiatan penimbangan dimulai, sejumlah warga telah menanyakan jadwal pelaksanaan agar sampah yang dikumpulkan dapat segera disetorkan.
“Warga cukup antusias. Mereka bahkan sudah menanyakan kapan penimbangan dilakukan karena ingin menyetorkan sampah plastik yang telah dikumpulkan,” ujar Reny.
Ia menambahkan, penjualan sampah direncanakan setelah jumlah yang terkumpul mencapai 200 kilogram. Sampah dari setiap titik dapat dijual melalui bank sampah unit, baik secara terpisah maupun dengan menggabungkan hasil pengumpulan dari beberapa lokasi agar mencapai jumlah tersebut.
Reny berharap keberadaan tiga titik bank sampah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah secara teratur. Dengan demikian, sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Melalui program ini, Kelurahan Manutapen mendorong keterlibatan aktif masyarakat agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kebiasaan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, ujarnya.














