Penasihat KSP Kopdit Solidaritas Tekankan Pentingnya Menjaga Jati Diri Koperasi

Quo Vadis KSP Kopdit Solidaritas Sta. Maria Assumpta.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Penasihat KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, Drs. Leo Yos Lela, menegaskan pentingnya menjaga jati diri dan nilai-nilai dasar koperasi kredit sebagai landasan pelayanan kepada anggota di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Penegasan tersebut disampaikan Leo Yos Lela dalam dialog interaktif TIRILOLOK Solidarity Hour yang diselenggarakan Radio TIRILOLOK kerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, Jumat (9/10/2026).

Dialog tersebut mengangkat tema “Quo Vadis KSP Kopdit Solidaritas Sta. Maria Assumpta”.

Dalam dialog itu, Drs. Leo Yos Lela menjelaskan bahwa solidaritas, kemandirian, pendidikan, kejujuran, dan keterbukaan merupakan nilai-nilai penting yang harus terus dijaga agar koperasi tetap berpegang pada jati dirinya.

Menurut Drs. Leo Yos Lela, “solidaritas harus menjadi roh utama dalam kehidupan berkoperasi, sesuai dengan identitas dan semangat yang melatarbelakangi pembentukan koperasi. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, dan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota”, ujarnya.

Selain solidaritas, kemandirian juga menjadi prinsip penting. Koperasi dan anggotanya perlu membangun kekuatan ekonomi secara mandiri serta mengelola kebutuhan keuangan dengan bijaksana dan bertanggung jawab.

Drs. Leo Yos Lela juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan koperasi kredit. Pendidikan membantu anggota meningkatkan pengetahuan, memahami pengelolaan keuangan, serta mengenali berbagai risiko yang dapat mengganggu kehidupan ekonomi mereka, ujarnya.

Hal ini semakin relevan di tengah maraknya pinjaman daring (pinjol) dan berbagai modus penipuan keuangan.

Menurut Drs. Leo Yos Lela, peningkatan pemahaman anggota diperlukan agar mereka lebih cermat dalam mengambil keputusan keuangan dan terhindar dari praktik yang berpotensi merugikan.

Ia turut menyatakan pentingnya kejujuran dan keterbukaan dalam tata kelola koperasi. Kedua nilai tersebut menjadi dasar untuk membangun kepercayaan antara pengurus dan anggota sekaligus mendukung pelaksanaan demokrasi ekonomi.

Keanggotaan koperasi juga harus didasarkan pada kesukarelaan tanpa paksaan, ujarnya.

Drs. Leo Yos Lela mengingatkan bahwa menjaga jati diri koperasi tidak cukup hanya dengan memahami prinsip-prinsip perkoperasian, tetapi harus diwujudkan secara konsisten dalam pengelolaan organisasi dan pelayanan kepada anggota.

Melalui dialog TIRILOLOK Solidarity Hour, pembahasan mengenai arah dan masa depan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang diharapkan memperkuat pemahaman bahwa solidaritas, kemandirian, pendidikan, kejujuran, dan keterbukaan merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan koperasi dan meningkatkan pelayanan kepada anggota.