Pesta Perak Imamat Tujuh Imam, Uskup Agung Kupang Ajak Umat Mensyukuri Panggilan Tuhan

Seperempat abad mengabdi kepada Tuhan.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Tujuh imam merayakan 25 tahun perjalanan imamat atau Pesta Perak Imamat dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr di Gereja Paroki TDM, Sabtu (10/10/2026).

Perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus momentum untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan kepada Gereja dan umat.

Ketujuh imam yang merayakan Pesta Perak Imamat tersebut adalah Romo Leonardus Enos Dau, Romo Andrianus Dimu, RP. Agustinus Pera, OCD, RP. Irminus S. Liko, OCD, RP. Hiasintus Ikun, CMF, RP. Siprianus Asa, CMF, dan RP. Dominikus Kabosu, CMF.

Dalam homilinya, Mgr. Hironimus Pakaenoni mengangkat refleksi tentang kesetiaan dalam menjalani panggilan imamat dan tanggung jawab pelayanan. Perjalanan selama 25 tahun bukan sekadar penanda lamanya seseorang menjalani panggilan, melainkan juga kesempatan untuk melihat kembali penyertaan Tuhan dalam setiap langkah pelayanan.

Kesetiaan dalam panggilan imamat dapat direnungkan melalui pengabdian yang terus-menerus kepada Tuhan dan umat. Seorang imam dipanggil untuk tetap tekun melayani, hadir di tengah umat, serta menghadirkan kasih Tuhan dalam berbagai situasi kehidupan.

“Kesetiaan dalam panggilan imamat bukan hanya tentang bertahan selama bertahun-tahun, tetapi juga tentang bagaimana seorang imam terus menghadirkan kasih

Tuhan melalui pelayanan kepada umat,” demikian rumusan reflektif yang dapat digunakan apabila sesuai dengan pesan homili yang disampaikan.

Peringatan 25 tahun imamat juga menjadi kesempatan bagi para imam untuk memperbarui semangat pengabdian dan meneguhkan komitmen dalam menjalankan tugas perutusan.

Dalam perjalanan pelayanan, kesetiaan, ketekunan, dan kerendahan hati menjadi bagian penting dari upaya mewartakan kasih Tuhan kepada sesama.

Bagi umat, perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan ketujuh imam sekaligus ajakan untuk terus mendukung mereka dalam tugas penggembalaan.

Dukungan dan doa umat diharapkan menjadi kekuatan bagi para imam untuk tetap setia menjalankan panggilan serta melayani Gereja dan masyarakat.

Pesta Perak Imamat tersebut pun menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan pelayanan dengan semangat baru, demi semakin bertumbuhnya iman dan terwujudnya kasih Tuhan di tengah kehidupan umat.