Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkolaborasi dengan Satuan Pelayanan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kupang serta Pemerintah Kota (Pemkot Kupang) menyelenggarakan pelatihan keterampilan peracikan kopi atau barista bagi 20 pemuda Kelurahan Oeba, Kota Kupang.
Program ini bertujuan membuka peluang kerja dan usaha mandiri sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan di Aula Satuan Pelayanan BPVP Kupang, Kementerian Ketenagakerjaan, dan merupakan bagian dari program pemberdayaan alternatif BNN bagi masyarakat di kawasan yang menjadi sasaran upaya pencegahan narkoba.
Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen Pol. Yulianus Yulianto, S.H., S.I.K., M.B.A., mengatakan, upaya penanggulangan narkoba tidak cukup dilakukan melalui pencegahan dan penegakan hukum.
Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan penguatan ekonomi juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Menurut Brigjen Pol. Yulianus, program pemberdayaan alternatif diarahkan kepada masyarakat di wilayah yang memiliki potensi ekonomi sekaligus menjadi sasaran pemetaan kerawanan narkoba.
Melalui kerja sama dengan pemerintah setempat dan unsur masyarakat, BNN berupaya mengidentifikasi generasi muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pelatihan keterampilan.
“Diharapkan dengan adanya keterampilan itu dapat membuka peluang pekerjaan, baik mereka bekerja maupun memulai usaha sendiri,” demikian inti pesan Brigjen Pol. Yulianus dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pelatihan barista dipilih dengan mempertimbangkan potensi sumber daya manusia dan peluang kegiatan ekonomi yang berkembang di Kota Kupang. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja, merintis usaha, atau mengembangkan usaha secara berkelompok.
Brigjen Pol. Yulianus menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan selama tiga hari, tetapi juga dari pemanfaatan keterampilan oleh peserta setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Karena itu, ia mendorong adanya tindak lanjut melalui komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, pendamping, BPVP Kupang, serta pihak lain yang dapat mendukung pengembangan keterampilan dan usaha peserta.
Koordinator Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kupang, Wilfrianus Sabon Tawa, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelatihan menjadi kesempatan untuk membekali generasi muda dengan kompetensi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia kerja maupun untuk membangun usaha secara mandiri.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat meningkatkan daya saing mereka sekaligus membantu mengarahkan generasi muda pada kegiatan produktif yang bermanfaat bagi masa depan.
Dukungan juga disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Oeba, Matheus Kolly. Ia menilai pelatihan barista berpotensi membuka kesempatan usaha bagi pemuda yang belum bekerja.
Menurut Matheus, keterampilan tersebut dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk membangun usaha sendiri. Ia juga mengingatkan bahwa peluang ekonomi tidak hanya terbatas pada pekerjaan di sektor pemerintahan, tetapi dapat dikembangkan melalui kewirausahaan.
Matheus berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kegiatan berakhir.
Sementara itu, Ketua RT 08, David O.J. Oktavianus, menilai pelatihan tersebut sebagai langkah awal untuk menciptakan peluang ekonomi bagi pemuda dan keluarga di Kelurahan Oeba.
Ia mendorong peserta agar tidak hanya mempertimbangkan usaha secara individual, tetapi juga membangun usaha kelompok. Dengan bekerja bersama, para peserta diharapkan dapat saling mendukung, berbagi kemampuan, dan mengembangkan peluang usaha yang lebih berkelanjutan.
Pelatihan barista ini menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan alternatif BNN dalam mendukung upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Melalui peningkatan keterampilan, pengembangan peluang ekonomi, dan keterlibatan masyarakat, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial serta mendorong terciptanya lingkungan Kelurahan Oeba yang sehat, produktif, dan bersih dari narkoba.














