Gubernur NTT: Di PESONAS II, Kita Saudara Sebangsa yang Dipersatukan Olahraga

PESONAS adalah wujud nyata komitmen untuk membangun daerah dan Negara Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan sejahtera.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – “Selamat datang di Kota Kupang, Kota Kasih di Nusa Tenggara Timur, yang dikenal sebagai Nusa Terindah Toleransi. Mungkin ada di antara kita yang baru pertama kali hadir di NTT, namun mulai hari ini kita bukan lagi orang dari daerah yang berbeda, melainkan saudara sebangsa yang disatukan oleh semangat olahraga, persahabatan, dan cita-cita bersama,” ungkap Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Pernyataan hangat tersebut disampaikan Gubernur NTT saat membuka secara resmi penyelenggaraan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Kupang. Ajang olahraga tingkat nasional ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Special Olympics Indonesia (SOIna) serta atlet, pendamping, pelatih, dan official dari 22 provinsi di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa PESONAS II bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan perayaan atas keberanian, ketekunan, potensi, dan kemampuan setiap manusia untuk bertumbuh serta memberikan yang terbaik. Pelaksanaan ajang ini juga memiliki keterkaitan erat dengan semangat Dasa Cita Provinsi NTT, khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan bersama dan pembangunan yang inklusif.

“PESONAS adalah wujud nyata komitmen kita untuk membangun daerah dan Negara Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan sejahtera,” tegas Gubernur.

Gubernur juga mengajak seluruh atlet untuk bertanding dengan penuh keberanian, sukacita, dan jiwa pantang menyerah.

“Medali memang membanggakan, tetapi keberanian untuk berjuang dan sikap saling menghormati adalah kemenangan yang nilainya jauh lebih besar,” ujarnya.

Sebelum meresmikan pembukaan ajang nasional ini, Gubernur NTT menyampaikan tiga pesan penting bagi seluruh hadirin dan peserta:

1. Prestasi lahir dari latihan yang tekun, semangat yang konsisten, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

2. Bertandinglah dengan sungguh-sungguh tanpa kehilangan rasa hormat kepada lawan, serta jadikan olahraga sebagai ruang mempererat persahabatan.

3. Pastikan semangat inklusivitas tidak berhenti saat PESONAS berakhir, melainkan terus hidup dalam keluarga, sekolah, komunitas, dan kebijakan pembangunan.

Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Asia Pasifik SOIna, Perwakilan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemsos RI, Ketua Umum PP SOIna Warsito Ellwein, Ketua DPRD Provinsi NTT, unsur Forkopimda NTT, Kakanwil Kemenkumham NTT, Wali Kota Kupang, pimpinan instansi vertikal, perwakilan Bupati/Wakil Bupati se-Indonesia, Ketua TP PKK Provinsi NTT, Banten, dan Sumatera Barat, serta Ketua SOIna dari 22 Provinsi.

Ketua Panitia PESONAS II, Reny Marlina Un, menyampaikan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi nasional, melainkan juga wahana seleksi dan persiapan menuju Special Olympics World Games (SOWG) 2027 di Santiago, Chile pada 16–24 Oktober 2027, di mana Indonesia memperoleh kuota sebanyak 74 orang.

PESONAS II diikuti oleh 1.011 atlet serta 787 official, pelatih, dan manajer dari 22 provinsi, sehingga total peserta mencapai 1.788 orang. Ajang ini berlangsung selama lima hari, pada 14–18 Oktober 2026, bertempat di Stadion Sepak Bola GOR Oepoi Kupang, Gedung Tenis Meja Oepoi Kupang, Kolam Renang Sansiro, dan Gedung Bulu Tangkis Oesapa.

Tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi Atletik, Tenis Meja, Senam Ritmik, Bulu Tangkis, Sepak Bola, Renang, dan Bocce, dengan memperebutkan total 1.027 medali (333 emas, 333 perak, dan 361 perunggu).

Sementara itu, Ketua Umum PP SOIna, Warsito Ellwein, menekankan pentingnya ajang ini bagi pembinaan atlet disabilitas intelektual di Tanah Air.

“Olahraga ini telah masuk dalam kategori olahraga prestasi. Kita berharap para atlet dapat tampil optimal di World Games mendatang dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Terima kasih kepada Gubernur NTT beserta seluruh jajaran, para sponsor, dan donatur yang telah mendukung penuh kesuksesan PESONAS II,” ungkap Warsito.

Pembukaan PESONAS II Tahun 2026 secara simbolis ditandai dengan prosesi penyalaan obor Flame of Hopeoleh Gubernur NTT didampingi Wakil Gubernur NTT.