Pemkot Kupang dan Bank Sampah Bersinergi Wujudkan Kota Bersih dan Produktif

Sinergi Pemkot Kupang dan Bank Sampah Wujudkan Kota Bersih, Dukung Pertumbuhan Ekonomi.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang terus mendorong pengelolaan sampah yang tidak hanya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Hal ini disampaikan dalam talkshow yang diselenggarakan Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang bertajuk “Sinergi Pemkot Kupang dan Bank Sampah Wujudkan Kota Bersih, Dukung Pertumbuhan Ekonomi”, Rabu (14/10/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.

Dialog tersebut menghadirkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Achmad Likur, S.Sos., M.M., serta Ketua Forum Kupang Green & Clean (KGC), Joseph Leonard Kale, S.T., M.Si.

Dalam dialog tersebut, Achmad Likur menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama karena berkaitan erat dengan kebersihan, kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan potensi ekonomi.

“Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Jika dikelola dengan baik, sampah juga dapat memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Menurut Achmad Likur, sampah yang dipilah dan dikelola secara optimal memiliki nilai ekonomis sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan bank sampah perlu didukung melalui partisipasi aktif warga dan kerja sama berbagai pihak.

Ia juga mendukung masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah, mengurangi timbulan sampah, serta menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai jual ke bank sampah.

Sementara itu, Joseph Leonard Kale menjelaskan bahwa Forum Kupang Green & Clean dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah, khususnya di Kelurahan Liliba, Kota Kupang.

Menurut Joseph, pembentukan forum tersebut berawal dari diskusi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Forum KGC kemudian ditetapkan melalui surat keputusan lurah pada 9 Maret 2026.

“Forum ini dibentuk untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah,” ujarnya.

Keberadaan Forum KGC diharapkan dapat memperkuat peran komunitas dalam mengedukasi masyarakat, membangun kebiasaan memilah sampah, serta mendorong partisipasi warga dalam berbagai kegiatan kebersihan lingkungan.

Sinergi antara pemerintah dan komunitas menjadi salah satu langkah penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, pengelolaan sampah yang produktif juga berpotensi membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Melalui talkshow tersebut, Radio TIRILOLOK bersama Pemerintah Kota Kupang mendorong masyarakat untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus peluang untuk mewujudkan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan produktif.