Alumni SDK Don Bosco 3 Kupang Melki Laka Lena dan dr. Christian Widodo Hadiri Pentas Seni Anak

Pentas seni SDK Don Bosco 3 Kupang.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – SDK Don Bosco 3 Kupang menggelar Pentas Seni bertema “Bersatu Kreativitas, Berbeda dalam Warna di Panggung Persaudaraan” pada Jumat (13/3/2026) di Aula El Tari Kupang. Acara menampilkan tarian daerah, drama, fashion show, ansambel dance, paduan suara, pertunjukan perkusi, sasando, dan solo piano.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang didampingi Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Pengawas Sekolah SD dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang,Johni Eduar Rihi, Kepsek SDK Don Bosco 3 Kupang, Suster Martha Maria Fatima, serta para guru, orang tua, siswa, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyatakan pentingnya pendidikan dasar sebagai fondasi kualitas sumber daya manusia.

“SDK Don Bosco telah melahirkan pemimpin di NTT, termasuk Wali Kota Kupang dan Gubernur NTT. Pentas seni seperti ini memberi panggung bagi setiap anak untuk mengekspresikan potensinya. Pendidikan SD yang berkualitas akan membentuk kemampuan kognitif, motorik, dan sosial anak sehingga mereka siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Gubernur Melki Laka Lena juga mengungkapkan kondisi pendidikan di NTT, khususnya di tingkat SD.

“Data menunjukkan hampir seluruh anak usia SD bersekolah, namun saat SMP tinggal 50%, dan SMA hanya 25%. Kunci peningkatan kualitas pendidikan NTT adalah memperkuat SD. Anak yang tidak bisa baca, tulis, dan hitung harus dibina sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyatakan apresiasinya terhadap pentas seni yang diselenggarakan sekolah.

“Kegiatan ini membantu pembangunan karakter dan kreativitas anak. Pentas seni menjadi sarana berani tampil, menyalurkan bakat, dan membentuk karakter. SDK Don Bosco 3 adalah rumah saya sendiri karena saya alumni.

Pendidikan yang seimbang antara ilmu dan karakter sangat penting. Ilmu tanpa karakter bisa menimbulkan kesombongan, sedangkan iman tanpa ilmu bisa menyesatkan,” kata Wali Kota Widodo.

dr.Christian Widodo berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai wadah pengembangan bakat anak dan pembentukan karakter, yang sekaligus menjadi modal pembangunan kualitas manusia dan daerah.