BPOM Kupang Awasi Produk Jelang Nataru

Sebanyak 324 sarana ditemukan memiliki produk pangan yang rusak, kedaluwarsa, atau tanpa izin edar.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang mengadakan konferensi pers terkait hasil pengawasan intensif menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersama wartawan di Aula Nembrala Balai POM di Kupang pada Jumat, (20/12/2024).

Pada Sabtu, (21/12/2024), dalam wawancara via telepon bersama Radio TIRILOLOK, Kepala BPOM Kupang, Drs. Yoseph Nahak Klau, Apt, M.Kes, menjelaskan bahwa BPOM melakukan dua jenis pengawasan. Pengawasan rutin dilaksanakan sepanjang tahun sesuai rencana, sedangkan pengawasan intensif dilaksanakan pada momen-momen tertentu, seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru, serta acara lainnya yang berkaitan dengan keamanan produk obat dan makanan.

Kepala BPOM Kupang menambahkan bahwa untuk perayaan Natal dan Tahun Baru, BPOM melakukan pengawasan intensif karena adanya peningkatan peredaran dan permintaan produk makanan. Pengawasan ini dilakukan dalam 5 tahap, yang dimulai pada (28/11/2024) dan berakhir pada (1/1/2025).

Drs. Yoseph Nahak Klau menjelaskan pengawasan sudah memasuki tahap ke-4. Hasil pengawasan intensif menunjukkan bahwa dari 448 sarana yang diperiksa, 324 sarana ditemukan memiliki produk pangan yang rusak, kedaluwarsa, atau tanpa izin edar. Sementara itu, 124 sarana lainnya telah memenuhi ketentuan dan tidak ditemukan produk bermasalah.

BPOM memiliki sasaran pengawasan intensif yang meliputi: pertama, distributor dan importir; kedua, toko yang menjual produk dalam jumlah besar, seperti toko grosir; ketiga, supermarket; keempat, hypermarket; kelima, pasar tradisional atau ritel tradisional; dan keenam, penjual parsel.