Dari Rahim UNWIRA dan Kembali untuk UNWIRA

Ialah John C. Sado, S.I.P., M.I.P., mahasiswa angkatan 2018 yang kini kembali berkiprah di UNWIRA, tidak lagi sebagai peserta didik, melainkan dipercayakan menjadi dosen.

John C. Sado, S.IP., M.IP, alumni Prodi Ilmu Pemerintahan UNWIRA yang kini mengabdi sebagai dosen pada prodi yang sama.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berdiri sejak 1982, Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang telah melahirkan ribuan alumni dari berbagai program studi yang telah berkarya dalam aneka bidang, baik sebagai biarawan/biarawati maupun awam.

Dengan visi “Menjadi komunitas pendidikan dan komunitas ilmiah yang unggul dan kreatif, berdasarkan nilai-nilai Kristiani, berwawasan global, dan berakar pada budaya lokal”, UNWIRA tidak hanya fokus untuk mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kristiani yang unggul.

Salah seorang alumni Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNWIRA, berbagi kisah tentang perjalanan studinya. Ialah John C. Sado, S.I.P., M.I.P., mahasiswa angkatan 2018 yang kini kembali berkiprah di UNWIRA, tidak lagi sebagai peserta didik, melainkan dipercayakan menjadi dosen.

Cristian, panggilan akrabnya, merupakan Sarjana Ilmu Pemerintahan besutan UNWIRA, yang memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa – STPMD “APMD” Yogyakarta.

Kepada Radio Tirilolok, Cristian mengaku bangga dan bersyukur karena pernah menjadi bagian dari UNWIRA. Ia menyebut bahwa proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan di UNWIRA memiliki warna tersendiri yang membentuknya menjadi pribadi yang baik.

Ia menggambarkan bagaimana Civitas Akademika UNWIRA, khususnya pada Program Studi Ilmu Pemerintahan, yang menjadi komunitas pendidikan tempat di mana masing-masing komponen saling berbagi peran untuk mencapai tujuan yang sama.

Salah satu keunikan UNWIRA yang jarang dijumpai di lembaga lainnya ialah penyelenggaraan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) bagi mahasiswa yang mendorong pembentukan karakter dan mental mereka. Baginya, kegiatan tersebut memiliki kontribusi besar proses belajar, bahkam ketika ia telah menjadi seorang dosen.

Ia menyoroti bagaimana semangat kekeluargaan menjiwai seluruh proses pembelajaran di tingkat program studi, yang tidak sekadar fokus pada teori, tetapi realitas langsung tentang kepemerintahan, melalui sejumlah kegiatan lapangan.

Lebih lanjut, Cristian menyampaikan bagaimana pola pembelajaran di Program Studi Ilmu Pemerintahan yang banyak melatih kemampuan public speaking para mahasiswanya. Hal ini terbukti melalui teknik ujian seperti pidato, memimpin rapat, diskusi, dan debat.

Bekal itulah yang ia bawa sampai ke ranah organisasi intra dan ekstra kampus yang juga digelutinya. Di Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Pemerintahan, ia diamanatkan menduduki jabatan sebagai Kabid Penalaran dan Keilmuan pada periode kepengurusan 2019/2020. Semangat itu mendorongnya untuk menginisiasi pembentukan Ikatan Mahasiswa Lio Utara (IMLITRA) – Kupang sekaligus pendirian Taman Baca di Desa Nida, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende.

Tak berhenti di situ, jebolan SMA Katolik Syukadikara Ende itu didapuk sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Ende (IPELMEN) – Kupang Periode 2022/2023. Ia juga aktif sebagai anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius dan Pemuda Katolik Cabang Ende.

Sebagai alumni Ilmu Pemerintahan UNWIRA, ia terpanggil untuk mengabdikan dirinya kembali ke UNWIRA yang dirasanya menjadi rumah, tempatnya belajar dan bertumbuh. Kendati harus berhadapan dengan para dosen senior lainnya, namun ia bersyukur karena mereka dapat saling berkolaborasi dan melengkapi satu sama lain dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Interaksi dengan para dosen itu memotivasinya untuk terus mengembangkan diri dan memperdalam ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang Ilmu Pemerintahan. Kepada para alumni lainnya, ia mengajak untuk selalu bertarung dan meraih hasil terbaik ke depan. Ia menekankan bahwa perjuangan bukan hanya hari ini, melainkan juga pada hari-hari yang akan datang. Oleh karenanya, ia mengajak rekan-rekannya untuk mampu membuktikan bahwa mereka pun mampu menjadi lulusan yang unggul dan membawa nama baik UNWIRA.