Teknologi Wolbachia Diluncurkan di Kota Kupang untuk Cegah Nyamuk Penyebar Dengue

Pemerintah Kota Kupang meluncurkan program teknologi Wolbachia sebagai upaya pengendalian nyamuk Aedes aegypti.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Kota Kupang meluncurkan program teknologi Wolbachia sebagai upaya pengendalian nyamuk Aedes aegypti penyebar demam berdarah (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Tiurmasari E. Saragih, S.KM., M.Sc., mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap DBD dan mendukung program ini. “Kami tekankan pentingnya segera membawa anggota keluarga yang mengalami demam tinggi ke Puskesmas.

Di sana, tersedia alat pemeriksaan cepat yang bisa mendeteksi DBD sejak hari kedua hingga hari ketiga. Jangan tunggu hingga hari keempat atau kelima ketika kondisi sudah berat,” ujarnya.

Data Dinas Kesehatan Kota Kupang mencatat 141 kasus DBD sepanjang 2025 dengan dua kasus kematian. Menurut Tiurmasari, sebagian besar kematian terjadi karena pasien terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Tutup dan bersihkan semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak berkembang biak. Menjaga kebersihan rumah, menata pakaian, dan lingkungan juga sangat penting agar nyamuk tidak memiliki tempat beristirahat,” kata Tiurmasari.

Program Wolbachia menanam bakteri Wolbachia pada nyamuk Aedes aegypti sehingga nyamuk tersebut tidak lagi menularkan virus dengue. “Program ini sudah diterapkan di tiga kecamatan dan menunjukkan hasil positif. Selanjutnya, pengembangan akan dilakukan di Kecamatan Kota Raja dan Kota Lama,” tambah Tiurmasari.

Dengan kolaborasi masyarakat dan pemerintah, diharapkan pencegahan DBD dapat berhasil, sementara teknologi Wolbachia dapat menekan penyebaran virus dengue di Kota Kupang.