“Pulang Studio” Jadi Panggilan untuk Kembali Menuju Diri Sendiri

Pergumulannya berpuncak pada keputusannya untuk melepaskan kenyamanan hidup di ibu kota, setelah 17 tahun merantau ke Jakarta. Ia memilih meninggalkan kariernya dan memprakarsai “Pulang Studio”, sebuah tempat di mana perayaan diri sendiri menjadi hal yang paling penting untuk ditampilkan.

Katarina L. Mare, perintis sekaligus pemilik Pulang Studio, salon perawatan rambut keriting pertama di Kota Kupang.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Memiliki rambut keriting kerap berhadapan dengan penilaian publik yang cenderung menghakimi dan merendahkan. Apalagi bagi perempuan yang harus berhadapan dengan standar media yang membangun citra dan parameter kecantikan dengan wajah tunggal berupa rambut lurus. Selama bertahun-tahun, mereka yang memiliki rambut keriting tumbuh dalam perasaan inferior. Belum lagi oknum tertentu yang sering membandingkan kualitas keindahan tubuh seseorang dengan yang lain, kian memperparah situasi dan menenggelamkan mereka pada rasa rendah diri.

Menyadari hal tersebut, Katarina L. Mare, perintis sekaligus pemilik salon perawatan dan styling rambut keriting pertama di Kota Kupang, yakni “Pulang Studio”, membagikan pengalaman pribadinya dalam perjalanan panjang menuju penerimaan diri yang mendorongnya untuk membuka akses bagi sesama dalam merawat rambut keriting mereka.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Katrin – sapaan akrabnya – menuturkan keresahan yang dialaminya. Ia sempat terjebak dalam ketergantungan untuk mengikuti kriteria orang lain dalam mendefinisikan makna kecantikan. Akhirnya, ia sendiri tidak bisa secara bebas dan terbuka mencintai versi dirinya yang autentik dengan rambut keriting.

Dalam pengalaman perjumpaan sehari-hari dengan rekan lainnya, Katrin mendapati bahwa tak sedikit perempuan yang juga terperangkap dalam kecemasan serupa. Karena itulah, ia tertarik untuk secara aktif menyebarluaskan edukasi tentang informasi perawatan rambut keriting melalui konten media digital sepanjang lima tahun terakhir.

Pergumulannya berpuncak pada keputusannya untuk melepaskan kenyamanan hidup di ibu kota, setelah 17 tahun merantau ke Jakarta. Ia memilih meninggalkan kariernya dan memprakarsai “Pulang Studio”, sebuah tempat di mana perayaan diri sendiri menjadi hal yang paling penting untuk ditampilkan.

Berlokasi di Jalan Siliwangi – Oesapa, tepatnya di belakang Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Kupang, Pulang Studio telah beroperasi sejak Februari lalu. Hingga kini, Pulang Studio melayani para pelanggan dari berbagai wilayah, termasuk yang berasal dari luar Kupang, antara lain Sumba, Rote, Soe, Alor, dan Lembata. Tak hanya itu, pengunjung Pulang Studio bahkan juga datang dari negara tetangga, Timor Leste.

Mengenai filosofi pemilihan nama, Katrin mengisahkan bahwa Pulang Studio diasosiasikan sebagai perjalanan pulangnya menuju diri sendiri. Ia memaknai proses penerimaan dirinya yang panjang itu, sebagai sebuah panggilan untuk turut serta menginspirasi orang lain yang tengah menempuh pergulatan yang sama.

Lebih lanjut, Katrin memaparkan tentang tantangan yang ditemukannya dalam meningkatkan kesadaran umum tentang pentingnya perawatan rambut keriting. Sebab menurutnya, selama ini masih banyak orang yang keliru dalam mengurusi rambut keriting. Kendati demikian, ia juga mendapati reaksi yang cukup menggembirakan dari para pemilik rambut keriting yang datang ke salonnya, yang secara antusias membagikan pengetahuan dan pengalamannya, terutama untuk saling menguatkan satu sama lain, mengingat konflik batin yang acapkali mereka alami.

Bagi Katrin, bertemu banyak klien dengan kondisi rambut yang berbeda, membuatnya menyadari bahwa setiap jenis rambut keriting memiliki keunikannya masing-masing. Bahkan, ia menilik adanya kemiripan tekstur rambut pada beberapa orang yang berasal dari daerah yang sama. Baginya, temuan itu memperkaya cakrawala pengetahuannya tentang rambut keriting. Dari situ, ia dapat memperdalam pemahamannya terhadap aneka rambut keriting, sekaligus cara penanganan dan perawatannya yang tentu juga beragam.

Tidak hanya bagi kalangan perempuan, Pulang Studio juga hadir untuk menjawabi kebutuhan kaum lelaki yang juga ingin merawat rambut keritingnya dengan nyaman. Menariknya, Pulang Studio punya sebuah gagasan unik yang memungkinkan anak-anak untuk mendapatkan perawatan yang sama. Mengusung konsep kids friendly, anak-anak dipersiapkan sebuah area khusus yang terpisah dari area utama bagi orang dewasa. Dengan dekorasi dan suasana yang lebih sesuai untuk anak-anak, Pulang Studio bertekad untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak dan mendorong mereka untuk mencintai dirinya sendiri, termasuk rambut keritingnya.

Menengok masa kecilnya, Katrin tidak mendapati iklim dukungan yang sehat dari orang sekitar dalam membangkitkan kecintaannya terhadap rambut keriting. Perasaan tidak berharga dan tidak layak, menemani masa pertumbuhan dan perkembangannya hingga remaja. Ia selalu merasa kurang, meski sesungguhnya tak ada yang tak lengkap dalam dirinya. Sebagai seorang anak yang dipaksa untuk tidak bersuara di hadapan para pelaku perundungan yang menertawakan rambutnya, Katrin menyimpan rasa rendah diri yang cukup mengekangnya.

Beranjak dari memori masa kecilnya yang tidak menyenangkan, Katrin berintensi untuk tak membiarkan anak-anak lain tumbuh dalam perasaan kerdil itu. Ia berikhtiar untuk membebaskan setiap anak agar berani mencintai diri sendiri, dengan apapun yang ada padanya, tanpa kehilangan kepercayaan diri. Usahanya itu berhasil menyedot ketertarikan anak-anak, ketika mereka dengan riang gembira mendatangi Pulang Studio dan selepas itu, menyodorkan senyuman sebelum melangkah ke luar.

Dalam pemilihan produk yang aman bagi segala usia, Katrin tidak sembarang menggunakan bahan. Barang tentu dengan berbagai pertimbangan, ia memantapkan hati untuk mempercayakan I.Kal, sebuah merek produk lokal perawatan rambut keriting, yang dikemas tanpa kandungan sulfat dan paraben. Terbukti, produk itu juga diminati oleh para pelanggan yang bertandang. Tak jarang, mereka pulang dengan memboyong sejumlah produk untuk perawatan berkelanjutan di rumah.

Sebagai seorang perempuan yang berani bertolak lebih dalam, memasuki keberanian akbar dan menyingkirkan ketakutan dalam diri, Katrin tidak benar-benar seorang diri. Ia terus memeluk sosok Katrin kecil yang tak pernah hilang dari dirinya. Dengan kerinduan besar untuk menyembuhkan luka masa belia, Katrin tergerak untuk juga mengajak lebih banyak hati menengok kembali luka lama, bukan sebagai sebuah kepahitan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu dirayakan dengan cara berbeda.

Bagi Katrin, setiap pilihan tentang bentuk, jenis, dan model rambut merupakan preferensi pribadi yang layak untuk dihormati. Ia menegaskan bahwa masing-masing orang tidak memiliki otoritas apapun untuk mencampuri pilihan hidup sesama, selama orang itu merasa nyaman dengan apa yang ia pilih. Namun demikian, ia mendorong semua pihak, khususnya para perempuan agar berani mendengarkan suara dari dalam diri sendiri.

Menurutnya, hal terpenting dalam hidup bukan soal mencari validasi dari luar diri, melainkan menemukan kebebasan dan kedamaian sejati untuk mencintai diri sendiri. Ia berharap bahwa ke depan, semakin banyak perempuan yang mampu menemukan keteguhan hati untuk belajar menerima diri sendiri tanpa terjebak dalam “apa kata orang”.

Perempuan asal Flores Timur itu percaya penuh akan karya Tuhan yang disebutnya “tidak pernah salah menempelkan atribut apapun dalam diri setiap manusia.” Ia menyadari bahwa proses penerimaan diri sendiri memang tidak mudah. Bahkan tak jarang akan mengorbankan banyak hal. Meski begitu, ia tetap yakin bahwa setiap manusia layak merayakan dirinya sendiri dan mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya.

Dari Pulang Studio, Katrin tidak cuma pulang ke dirinya sendiri, ia juga pulang pada impian untuk menyaksikan lebih banyak rambut keriting yang dirawat dengan cinta dan kebanggaan. Akhirnya, perjalanan pulang menuju diri sendiri itu menjadi pengembaraan yang menyembuhkan dan mempertemukannya dengan kemerdekaan untuk merayakan diri sendiri, dari hari ke hari, dengan tanpa henti.