Debat Perdana Pilgub NTT, Komitmen Perbaikan Birokrasi dan Pelayanan Publik

Transformasi dan Inovasi Pelayanan Publik bagi Percepatan Penyelesaian Persoalan Daerah di NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT menggelar Debat Publik dengan tema “Transformasi dan Inovasi Pelayanan Publik bagi Percepatan Penyelesaian Persoalan Daerah di NTT.” Debat perdana berlangsung pada Rabu,(23/10/2024), dari pukul 19.30 hingga 22.00 WITA di Millenium Ballroom Kupang, dipandu oleh Cikal Multazam dan Nadya Valerie sebagai moderator.

KPU NTT juga menghadirkan tiga panelis: Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si; Dr. Laurensius P. Saryani, MPA; dan Dr. Detji Nuban, S.H., M.Hum. Debat berlangsung dalam enam segmen. Pemilihan Gubernur NTT 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon. Paslon nomor urut 1, Yohanis Fransiskus Lema-Jane Suryanto (Ansy-Jane), diusung oleh PDIP, Hanura, Partai Buruh, dan PBB.
Paslon nomor urut 2, Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma (Melki-Johni), didukung oleh koalisi Partai Gerindra, Golkar, PSI, Perindo, Demokrat, Gelora, PKN, dan PPP. Paslon nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA), diusung oleh NasDem, PKB, dan PKS.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna menyampaikan bahwa debat bertujuan untuk menyebarluaskan profil, visi, dan misi masing-masing pasangan calon kepada masyarakat, agar masyarakat dapat membuat pertimbangan yang jelas dalam menentukan pilihan. Ketua KPU NTT menekankan pentingnya elaborasi tema debat dengan baik, serta pengunaan retorika yang berbasis data dan fakta sambil tetap menjaga etika. Selain itu, disarankan agar paslon menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Dalam wawancara terpisah dengan Radio TIRILOLOK, Salah Satu Panelis, Dr. Detji Nuban, S.H., M.Hum, menyatakan bahwa para paslon telah memberikan masukan dan informasi yang berharga terkait visi dan misi mereka. Menurut Dr. Detji Nuban, jawaban para paslon mencerminkan keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan publik di NTT. Dr. Detji Nuban berharap tema pelayanan publik yang diangkat malam ini dapat memberikan inovasi signifikan bagi perbaikan layanan yang masih memiliki berbagai kelemahan.

Pada bagian closing statement, Paket Ansy-Jane menegaskan komitmen untuk menghadirkan transformasi besar menuju pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Paket Melki-Johni menyoroti pentingnya mendorong birokrasi agar lebih efektif dalam mendukung masyarakat mengolah sumber daya alam. Paket SIAGA menekankan kesiapan mereka untuk mengeksekusi program-program dengan baik dan tepat guna, tidak hanya mengandalkan program dari pusat.

Debat kedua diadakan pada Rabu, (6/11/ 2024).