Dukung Keberlanjutan Lingkungan, Prodi Biologi FST UNWIRA Gelar Kuliah Umum

Pentingnya peran mikroorganisme dalam keberlanjutan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan proses penguraian limbah, yang memberikan kesuburan untuk tanah, menjaga siklus air, hingga mendukung keseimbangan ekosistem yang ada di bumi.

Kuliah Umum Biodiversitas Seri 7 Prodi Biologi FST UNWIRA

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menyelenggarakan kuliah umum biodiversitas seri 7 bertema “Peran Mikrobiologi dalam Keberlanjutan Lingkungan.”

Bertempat di Aula St. Paulus Rektorat Kampus Penfui, kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (18/11). Hadir sebagai narasumber, Tri Ardyati, M.Agr., Ph.D – Dosen Biologi FMIPA Universitas Brawijaya Malang, dan Yulita I. Mamulak, S.Si., M.Sc – Dosen Biologi FST UNWIRA.

Dekan FST UNWIRA, Br. Angelinus Nadut, SVD dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mikroorganisme dalam keberlanjutan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan proses penguraian limbah, yang memberikan kesuburan untuk tanah, menjaga siklus air, hingga mendukung keseimbangan ekosistem yang ada di bumi.

Lebih lanjut, Br. Angel juga menyampaikan bahwa mikrobiologi kini menjadi fondasi utama dalam melahirkan inovasi bioteknologi, sebuah bidang yang memperluas peran mikroba dari sekadar faktor alami menjadi mitra teknologi bagi kehidupan manusia.

Ia menilai, bioteknologi telah membuka banyak peluang, antara lain bioremediasi menggunakan bakteri pengurai untuk membersihkan pencemaran tanah dan air, produksi biofertilizer untuk memperbaiki kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang memberikan dampak negatif bagi pertanian, dan pengelolaan limbah organik melalui fermentasi yang ramah lingkungan.

Br. Angel berharap agar kuliah umum itu menjadi sarana bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk melihat bahwa keberlanjutan lingkungan bukan hanya wacana tetapi peluang besar untuk inovasi ilmiah, karya penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia turut menyoroti program pemerintah yang mendorong tiap kampus dapat berdampak. Untuk itu, ia mengajak para peserta untuk tidak menjadikan pengetahuan sebatas ilmu yang mengisi ruang kehidupan, tetapi harus dikembangkan sampai pada tingkat produk.

Menutup sambutannya, Br. Angel mengharapkan agar ilmu dan inspirasi dari kuliah umum tersebut dapat menumbuhkan kolaborasi baru serta langkah nyata menuju pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Adapun kegiatan itu juga diikuti oleh para mahasiswa dari Program Studi Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Kupang yang hadir secara langsung, dan perwakilan UCT Timor Leste yang hadir melalui platform daring.

Penulis: Katarina Lamablawa dan Gilbert FoenayEditor: Ina Kaseh