Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Advokasi Konsumen Cerdas untuk Penguatan Keamanan Pangan di SMA St. Arnoldus Janssen Kupang” pada Sabtu (13/12).
PKM itu menghadirkan dosen Prodi Teknologi Pangan UNWIRA, Joanivita P. G. Soru, S.Si., M.FoodScTech yang didampingi dua mahasiswi, Deby Natalia Adolfina Kolifai dan Anastasya Dahu sebagai fasilitator, dengan melibatkan sebanyak 15 peserta didik kelas XII SMA St. Arnoldus Janssen.
Dalam pemaparannya, Joanivita membeberkan keresahannya akan peningkatan kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) yang per 05 Oktober 2025, mencapai sekitar 12 ribu kasus. Ironisnya, skandal keracunan makanan itu berasal dari SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi) yang belum memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi).
Tak hanya itu, ia juga menyoroti status gizi remaja yang mengalami aneka persoalan, seperti stunting, kurang gizi, anemia, dan obesitas. Untuk itulah, PKM tersebut dimaksudkan untuk membantu para peserta didik SMA St. Arnoldus Janssen dalam mengenali dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan keamanan pangan.
Joanivita menjelaskan, konsumen cerdas adalah individu yang aktif mencari informasi, mengambil keputusan secara rasional, serta memprioritaskan nilai, kesehatan, dan keberlanjutan dalam memilih produk pangan. Ia juga menjabarkan sejumlah ciri spesifik kerusakan pangan, cara menyimpan makanan, menjaga sanitasi dan higiene, serta mendorong peserta untuk melakukan cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa).
Salah seorang peserta PKM, Yuanita G. Ustaku mengapresiasi langkah baik Prodi Teknologi Pangan UNWIRA yang telah menggelar PKM itu. Baginya, kegiatan tersebut memperkaya wawasannya mengenai kualitas pangan yang harus dipilih. Ia berkomitmen untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada lebih banyak orang dan ia pun berharap agar Prodi Teknologi Pangan UNWIRA dapat mengadakan kegiatan serupa kepada masyarakat luas sehingga semakin banyak orang yang memiliki kesadaran akan keamanan pangan.
Adapun Program Studi Teknologi Pangan merupakan program studi baru di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNWIRA yang berdiri sejak 26 September 2023














