Kebangkitan Permainan Rakyat di Tengah Gempuran Digital

Menakar Nasib Olahraga dan Permainan Rakyat.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar acara Viral NTT dengan tema Menakar Nasib Olahraga dan Permainan Rakyat bersama dua narasumber, Goris Takene, Ketua KPOTI Kota Kupang, dan Johny E. Rihi, Ketua Panitia Festival KPOTI Kelurahan Belo, pada Sabtu, (29/11/2025) di Studio Radio TIRILOLOK.

Dalam dialog interaktif, Goris Takene menjelaskan bahwa KPOTI lahir dari inisiatif budayawan Indonesia yang selama bertahun-tahun meneliti permainan rakyat dan olahraga tradisional. “Tujuan utama KPOTI adalah menghidupkan kembali permainan rakyat dan olahraga tradisional yang tergerus perkembangan teknologi,” kata Goris.

Tahun 2025 menjadi momentum untuk menggerakkan program Teras Bermain Indonesia di berbagai daerah. Program ini bertujuan mengenalkan kembali permainan tradisional sebagai identitas budaya, ruang interaksi sosial, serta sarana pembentukan karakter anak. Menurut Goris, penguatan permainan tradisional sangat penting agar tetap relevan bagi generasi muda di era modern.

Johny E. Rihi menambahkan, festival permainan tradisional digagas sebagai bentuk tanggung jawab menghadapi dampak negatif digitalisasi, terutama bagi anak sekolah yang semakin terbiasa dengan dunia maya. “Permainan tradisional adalah hiburan sehat, murah, dan menjadi benteng budaya lokal,” ujar Johny. Bersama tokoh masyarakat Belo, panitia bersepakat meminta dukungan Pemerintah Kota Kupang.

Dukungan tersebut disambut baik oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, yang melihat program ini sejalan dengan visi kota sebagai rumah berbudaya. Pemerintah mendorong agar festival tidak hanya berfokus pada Belo, tetapi menjangkau masyarakat lebih luas. Kolaborasi dengan pemerintah dan OPD terkait diharapkan memperkuat pelestarian budaya dan memastikan permainan tradisional tetap hidup sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

Semoga langkah bersama ini memberi manfaat nyata dan menegaskan pentingnya menjaga budaya lokal dalam setiap gerak pembangunan, terlebih memasuki tahun baru 2025.