Kelurahan Oebufu Raih Juara 3 Lomba Kebersihan Kota Kupang, Program WP2S Jadi Kunci

Sekitar 95 persen wilayah Oebufu sudah bersih dari titik-titik pembuangan liar.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kelurahan Oebufu berhasil meraih peringkat ketiga dalam Lomba Penanganan dan Pengurangan Sampah tingkat Kota Kupang. Penghargaan diumumkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam upacara bendera memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), di halaman Kantor Wali Kota Kupang.

Pada Selasa, (19/8/2025), diruang kerjanya, Lurah Oebufu, Zet Batmalo, menyampaikan kepada wartawan bahwa beliau apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurut Lurah Oebufu, penghargaan lomba kebersihan merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh elemen masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Kolaborasi aktif antara perangkat kelurahan, ketua RT/RW, LPM, LKK, pelaku UMKM, serta warga menjadi fondasi utama kesuksesan program pengurangan sampah berbasis masyarakat.

Salah satu inovasi yang dijalankan adalah program WP2S (Warga Pemilah dan Pengumpul Sampah), yang mengajak seluruh warga dan pelaku UMKM memilah serta mengumpulkan sampah langsung dari sumber. Pendekatan terbukti efektif, karena sampah sudah terkelola sejak dari rumah tangga dan tempat usaha. Tim pengelola sampah, yang dibentuk melalui keputusan resmi kelurahan, secara rutin melakukan penjemputan sesuai jadwal yang disepakati bersama warga.

Kontribusi sukarela sebesar Rp10.000 per bulan dimanfaatkan sebagai dana operasional tim, sementara pengecualian diberikan bagi warga kurang mampu, yang tetap mendapatkan layanan tanpa pungutan. Sampah yang telah dikumpulkan selanjutnya disortir kembali di Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu (TPST) Kelurahan Oebufu untuk diolah menjadi pupuk organik padat dan cair. Untuk diketahui, pengelolaan sampah juga dilengkapi dengan budidaya maggot serta penerapan sistem biopori di tingkat rumah tangga.

Program yang memberikan dampak langsung terhadap kebersihan lingkungan. Sekitar 95 persen wilayah Oebufu sudah bersih dari titik-titik pembuangan liar. Selain aspek lingkungan, aspek ekonomi juga ditingkatkan melalui pendirian bank sampah yang memungkinkan warga menjual sampah anorganik, sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Melalui rembuk warga di tingkat kelurahan dan RT, disepakati bahwa dana penghargaan senilai Rp500 juta dari Pemerintah Kota Kupang akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Prioritas diberikan bagi lingkungan yang aktif dalam program pengelolaan sampah.

Program WP2S telah berjalan hampir enam bulan dan menjadi model partisipasi masyarakat yang konsisten dan berkelanjutan. Harapannya, pola pengelolaan tidak hanya memperkuat budaya bersih di Oebufu, tetapi juga membawa menuju prestasi yang lebih tinggi pada lomba mendatang.

Motto kebersihan Kota Kupang adalah “Kupang Bersinar: Bersih dan Asri”.