Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Domestic Indonesia dan Human World For Animals, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Peternakan Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, dan Natha Satwa Nusantara, menggelar konferensi pers peluncuran Program Rabies dan Kesejahteraan Hewan NTT 2025.
Kegiatan konferensi pers menjadi bagian dari Workshop Peningkatan Kapasitas Media terkait Rabies dan Kesejahteraan Hewan yang berlangsung pada Kamis, (15/5/2025) di Hotel Harper Kupang.
Pembukaan kegiatan disampaikan oleh Koordinator Program JAAN Domestic, drh. Merry Ferdinanez menyampaikan bahwa pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah rabies serta memahami prinsip kesejahteraan hewan melalui pendekatan One Health One Welfare.
Rabies disebut sebagai ancaman nyata bagi kesehatan manusia dan hewan, namun dapat dicegah melalui edukasi yang tepat.
Peran media dianggap strategis dalam menyampaikan informasi akurat dan edukatif sehingga publik memperoleh pemahaman yang benar mengenai pencegahan rabies dan pentingnya kesejahteraan hewan.
Sesi materi selanjutnya membahas Situasi Rabies dan Kesejahteraan Hewan di NTT serta prinsip Kesrawan (kesejahteraan hewan) dalam penanganan hewan.
Paparan disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan Provinsi NTT, drh. Melky Angsar, M.Sc menjelaskan, rabies disebabkan oleh virus dari Rhabdoviridae Family dengan genus Lyssavirus, yang memiliki lapisan lemak dan dapat mati dengan disinfeksi sederhana.
Penularan terjadi bukan hanya melalui gigitan, tetapi juga melalui air liur hewan yang terinfeksi.
Konferensi pers yang dihadiri oleh 32 jurnalis dari berbagai media di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi komunikasi yang efektif dalam menyuarakan isu rabies dan kesejahteraan hewan di daerah tersebut.














