Kota Kupang Siapkan Strategi Pengelolaan Air 2025–2028

Workshop Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Pemerintah Kota Kupang bekerja sama dengan Plan International menggelar Workshop Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (PSDAT) Kota Kupang.

Acara dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada Kamis, (19/2/2026).

Dalam sambutannya, Ignasius R. Lega mengucapkan selamat menjalankan ibadah Ramadan bagi umat Muslim dan selamat memasuki masa Prapaskah bagi umat Kristiani. Ia berharap momentum keagamaan ini menjadi penguat kepedulian sosial dan refleksi diri.

Ignas menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan hidup.

Ancaman defisit air dalam 20 tahun ke depan menjadi peringatan serius yang membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar perencanaan.

“Ancaman defisit air bukan sekadar angka, tetapi panggilan bagi kita untuk bertindak nyata demi keberlangsungan Kota Kupang,” kata Ignasius.

Salah satu upaya konkret dilakukan melalui gerakan tanam air yang diinisiasi PDAM Kota Kupang dan melibatkan puluhan karyawan di lingkungan masing-masing. Gerakan sederhana ini diharapkan dapat diperluas oleh seluruh elemen masyarakat.

Forum PSDAT diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi menghasilkan implementasi nyata.

Kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat tanpa ego sektoral, dengan melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, swasta, dan media.

Pengelolaan sumber daya air Kota Kupang tahun 2025–2028 difokuskan pada lima pilar utama, yaitu:

1. Konservasi,

2. Pendayagunaan,

3. Pengendalian daya rusak air,

4. Penguatan sistem data dan informasi,

5. Peningkatan peran serta masyarakat.

Pemerintah menegaskan bahwa upaya ini bukan untuk kepentingan jangka pendek, melainkan menyiapkan warisan air bagi generasi mendatang. Dengan kerja bersama, tantangan krisis air diyakini dapat diatasi.

Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang, Rahmat Mukolang, menjelaskan bahwa pembentukan forum ini berangkat dari Focus Group Discussion (FGD) tahun 2021 tentang konservasi tanah dan air, sebelum bencana Siklon Tropis Seroja.

“Maksud forum ini adalah memastikan Kota Kupang dapat mengantisipasi defisit air hingga 20 tahun ke depan melalui langkah-langkah konservasi tanah dan air yang terpadu,” kata Rahmat.

Sebagai tindak lanjut, pada 4 Juni 2022 dilaksanakan FGD lanjutan untuk merancang forum multipihak yang melibatkan pemerintah, operator layanan air, masyarakat penerima manfaat, akademisi, NGO, media, dan sektor swasta.

Workshop yang berlangsung pada 19–20 Februari 2026 bertujuan memfinalisasi struktur dan keanggotaan Forum PSDAT Kota Kupang serta menyusun rencana kerja awal agar forum segera berjalan efektif.

Workshop ini diikuti 55 peserta dari perangkat daerah lingkup Kota Kupang, kelompok masyarakat, akademisi, organisasi keagamaan, serta insan pers.