Manda Nubatonis Bawa Kisah Perempuan Soe ke Forum UN Women

Orang Muda Bergerak dan Berdampak, Menuju Indonesia Emas.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar program Gen-Z Bicara dengan topik “Orang Muda Bergerak dan Berdampak, Menuju Indonesia Emas” di Studio Radio TIRILOLOK, Rabu, (12/8/2026). Dialog menghadirkan Manda Nubatonis, mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang.

Dalam dialog tersebut, Manda menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan UN Women yang mengangkat isu lingkungan dan peran perempuan dalam menghadapi bencana.

Bagi Manda, kesempatan mencoba sesuatu yang baru sudah menjadi sebuah pencapaian. Pengalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri setelah sebelumnya lebih banyak bergerak dalam isu pendidikan dan kesehatan mental.

Ketertarikan terhadap isu lingkungan bermula saat UN Women membuka kesempatan bagi anak muda untuk mengikuti kegiatan mengenai peran perempuan dalam menghadapi bencana.

Manda melihat perempuan memiliki beban lebih besar ketika bencana terjadi, terutama perempuan yang memiliki tanggung jawab mengasuh anak dan mengurus keluarga. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pendekatan yang responsif gender dalam penanganan bencana.

Dalam kegiatan tersebut, UN Women memperkenalkan responsif gender yang mencakup kebutuhan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan anak.

Manda menjadi salah satu dari empat perwakilan asal NTT yang mengikuti kegiatan tersebut di Jakarta Selatan selama empat hari pada Februari 2026.

Untuk mengikuti program tersebut, Manda harus melewati proses seleksi yang cukup ketat. Dari sekitar 1.000 pendaftar, hanya 25 peserta yang dipilih.

Tahap awal dilakukan melalui seleksi administrasi, kemudian peserta diminta membuat video yang menjelaskan alasan mengikuti kegiatan.

Manda memilih mengangkat pengalaman pribadi yang berkaitan dengan persoalan lingkungan dan perempuan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), khususnya Kota Soe.

Di daerah asalnya, akses air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Air untuk kebutuhan rumah tangga kerap diperoleh dari sumur dan harus diangkut dalam jarak tertentu.

Beban tersebut menurut Manda lebih banyak dirasakan perempuan, terutama ibu rumah tangga yang harus membagi waktu antara mengurus keluarga dan memenuhi kebutuhan air bersih.

Pengalaman melihat perjuangan sang ibu menjadi cerita utama dalam video seleksi yang dibuat.

Manda menggambarkan bagaimana sang ibu tidak hanya bertanggung jawab mengurus anak, tetapi juga harus memikirkan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga, termasuk ketersediaan air.

Pengalaman tersebut kemudian dikaitkan dengan isu lingkungan dan dampaknya terhadap kehidupan perempuan.

Manda menilai cerita personal dapat menjadi kekuatan ketika seseorang mengikuti seleksi program atau kegiatan tertentu.

Pengalaman mengikuti program UN Women menjadi salah satu bentuk keberanian Manda untuk keluar dari isu yang selama ini digeluti.

Langkah tersebut sekaligus memperluas ruang gerak anak muda NTT dalam menyuarakan persoalan perempuan, lingkungan, dan ketahanan masyarakat menghadapi bencana.