Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK kembali menggelar program Gen Z Bicara, kali ini mengangkat tema penting: keterlibatan generasi muda dalam menciptakan lingkungan inklusif. Bertempat di Studio Radio TIRILOLOK, acara ini menghadirkan Ian Fouk Runa, atau yang akrab disapa Ian, seorang Juru Bahasa Isyarat muda yang aktif mendampingi komunitas Tuli di berbagai kesempatan.
Profesi juru bahasa isyarat memiliki peran vital sebagai jembatan komunikasi antara orang Tuli dan pendengar. Dalam dialognya, Ian menjelaskan bahwa tugas utama seorang juru bahasa isyarat adalah menginterpretasikan pesan dari bahasa lisan ke dalam bahasa isyarat, dan sebaliknya.
“Bahasa isyarat itu bukan sekadar gerakan tangan. Kita pakai ekspresi wajah, gerakan tubuh, bahkan energi… semua ikut menyampaikan makna.”
Ian juga menyarankan soal stigma yang masih sering ia temui. Di awal kariernya, ia sempat dianggap aneh karena gerakan tubuhnya saat menerjemahkan dinilai tidak biasa.
“Pernah juga orang lihat saya aneh, padahal saya sedang menerjemahkan. Tapi justru dari situ saya sadar, edukasi soal bahasa isyarat masih sangat perlu.”
Uniknya, Ian juga membagikan sisi lain dari penggunaan bahasa isyarat, yaitu manfaatnya bagi kesehatan wajah.
“Bahasa isyarat itu juga melatih otot wajah. Makanya banyak orang Tuli itu kelihatan awet muda, karena wajah mereka aktif terus berekspresi.”
Menurut informasi dari Campus Quipper yang juga dikutip dalam sesi ini, juru bahasa isyarat memegang tanggung jawab besar dalam memastikan penyandang Tuli mendapat akses informasi yang setara, khususnya di bidang pendidikan, layanan publik, dan media.














