Menjadi Peziarah Pengharapan yang Mengampuni Sesama

Momentum ini menjadi kesempatan bagi setiap umat katolik untuk terus merefleksikan perjalanan hidup sebagai suatu peziarahan di tengah pengharapan dunia.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gereja Katolik sejagat memasuki Tahun Yubileum sejak 24 Desember 2024 – 06 Januari 2026 mendatang. Momentum ini menjadi kesempatan bagi setiap umat katolik untuk terus merefleksikan perjalanan hidup sebagai suatu peziarahan di tengah pengharapan dunia.

Dalam Perayaan Ekaristi Minggu Biasa ke – VII yang berlangsung di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang pada Minggu (23/2) pukul 18.00 WITA, RD Florens Maxi Un Bria yang memimpin perayaan itu, menegaskan sejumlah poin penting.

RD Maxi mengingatkan umat bahwa mulai sekarang hingga menuju masa depan, mereka diajak untuk bersikap lebih dan berlaku lebih untuk mempertahankan identitas sebagai murid-murid Kristus. Karenanya, dalam upaya mempertahankan identitas sebagai pribadi maupun sebagai anggota kelompok masyarakat, dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk menegaskan jati diri umat di satu pihak, sekaligus di pihak lain mengekspresikan kualitas diri, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok atau komunitas tertentu.

Lebih lanjut, Ketua Pengurus UNIO Indonesia periode 2023-2026 itu menyoroti Tahun Yubileum yang mengangkat tema “Peziarah Pengharapan”. Ia mengutip Paus Fransiskus dalam bullanya Spes Non Confundit (Pengharapan yang Tidak Mengecewakan) yang menggarisbawahi dua hal penting yang dapat direfleksikan. Pertama, pentingnya membangun kembali dalam diri umat dan hidup, sebuah pengharapan. Dalam segala situasi, orang katolik diminta untuk selalu mengimani kepastian akan kasih setia Allah yang menyertai umatNya.

Hal kedua ialah indulgensi yang berkaitan dengan pengampunan. Pengampunan diberikan oleh Allah kepada setiap orang di mana umat juga diajarakan untuk memberikan pengampunan kepada sesama yang telah melukai hati mereka. Disebutkannya pula bahwa Paus Fransiskus mengatakan bahwa pengampunan memang tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi pengampunan yang diberikan dari Allah dan yang umat berikan kepada sesama mampu dan memungkinkan mereka untuk menata hari ini dan hari depan.

Adapun Tahun Yubileum merupakan tahun suci dan berahmat bagi umat katolik yang dimulai ketika Paus Bonifasius VIII mengadakan tahun suci pada tahun 1300. Setelah itu yubileum biasa umumnya dirayakan setiap 25 atau 50 tahun, dengan tambahan yubileum luar biasa tergantung pada kebutuhan.